Transisi Energi, Tapi Bukan Transisi Keadilan - FloresPos Net - Page 3

Transisi Energi, Tapi Bukan Transisi Keadilan

- Jurnalis

Sabtu, 12 Juli 2025 - 11:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pascual Semaun, SVD

Pascual Semaun, SVD

Pengetahuan Lokal dan Ajaran Gereja Bertemu dalam Keadilan Ekologis

Sudah saatnya negara dan perusahaan mengakui bahwa pengetahuan masyarakat adat sah dan setara nilainya dengan laporan akademik.

Meski mungkin tidak menggunakan istilah teknis seperti “retakan geologis,” mereka memahami kapan air berubah warna dan rasa, kapan tanah kehilangan kesuburan, serta kapan bumi memberi tanda bahaya.

Kebijaksanaan ekologis ini lahir dari interaksi panjang dengan lingkungan dan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Leonardo Boff, teolog ekologi terkemuka, menyatakan bahwa keadilan ekologis dan sosial adalah dua wajah dari kebenaran yang sama.

Paus Fransiskus juga menegaskan bahwa: “Tidak ada dua krisis terpisah: krisis lingkungan dan krisis sosial, tetapi satu dan sama krisis yang kompleks.” (Laudato Si’, 139). Dengan kata lain, bahwa masalah lingkungan dan masalah sosial sebenarnya saling terkait erat dan tidak bisa dipisahkan.

Baca Juga :  Jalur Sepeda di Jakarta: Antara Dilema Efektivitas, Mandat Regulasi, dan Solusi Masa Depan

Leonardo Boff menyampaikan bahwa keadilan bagi lingkungan (ekologis) dan keadilan bagi manusia dalam masyarakat (sosial) adalah dua aspek yang sama penting dan saling melengkapi.

Paus Fransiskus menegaskan hal yang sama dengan mengatakan bahwa krisis yang kita hadapi bukanlah dua masalah berbeda—yaitu krisis lingkungan dan krisis sosial—melainkan satu masalah yang kompleks, di mana kerusakan lingkungan juga membawa ketidakadilan sosial, dan sebaliknya ketidakadilan sosial juga memperburuk kerusakan lingkungan. Singkatnya, untuk mengatasi krisis yang ada, kita harus menangani kedua aspek ini secara bersamaan, karena mereka saling mempengaruhi dan saling memperkuat satu sama lain.

Pengalaman masyarakat Flores dan Lembata bukanlah kasus yang unik. Di Kolombia, Meksiko, dan berbagai wilayah lainnya, para tokoh adat bersama komunitas mereka yang menolak proyek energi atau pertambangan juga menghadapi kekerasan, pemaksaan, dan kriminalisasi. Pelajaran dari berbagai tempat ini menunjukkan bahwa energi bersih tanpa keadilan sosial hanyalah sebuah ilusi.

Baca Juga :  Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem

Warga Bukan Musuh, Melainkan Penjaga Kehidupan

Masyarakat Flores dan Lembata tidak meminta belas kasihan; mereka menuntut penghormatan atas hak hidup, tanah, dan identitas mereka. Tidak layak disebut sebagai pembangunan jika akibatnya adalah hilangnya air, tanah, rumah, dan masa depan.

Transisi energi tidak dapat dibenarkan jika dilakukan dengan mengorbankan komunitas lokal demi terang di kota besar. Suara mereka adalah suara kehidupan, bukan kebencian melainkan ungkapan cinta yang membela tanah warisan dari kehancuran.

Warga Flores dan Lembata menyuarakan dukungan penuh terhadap sembilan tuntutan Koalisi Warga Flores–Lembata, termasuk penghentian proyek panas bumi yang tidak memperoleh FPIC, serta pemulihan atas kerusakan lingkungan dan sosial yang telah terjadi.

Berita Terkait

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern
Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)
Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Berita ini 474 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Minggu, 27 September 2026 - 16:43 WITA

Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Minggu, 27 September 2026 - 12:58 WITA

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Jumat, 25 September 2026 - 11:45 WITA

Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern

Rabu, 23 September 2026 - 17:36 WITA

Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:57 WITA

Opini

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 Sep 2026 - 16:27 WITA