Saya sepakat dengan Ketua DPRD Flores Timur Albert Ola Sinuor. Pada akhir tahun anggaran kemarin, dia tegas meminta dan mengingatkan Penjabat Bupati Flores Timur melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua OPD.
Apalagi, OPD kantong-kantong PAD. Sejauh mana kreativitas dan inovasi mereka meningkatkan penerimaan PAD. Ini menjadi alat ukur kinerja OPD.
Saya akan lebih sepakat lagi. Tanggungjawab meningkatkan penerimaan PAD tidak hanya pada Pemerintah Daerah. Tapi juga lembaga DPRD Flores Timur–dipundak 30 anggota terhormat.
Selain memberi kisi-kisi peluang dan potensi daerah, 30 Anggota DPRD harus punya tekanan dan argumentasi politik mumpuni. Tidak elok amini kata orang: datang, duduk, dengar, diam dan duit. Ingat! Di kantong safarimu ribu ratu (rakyat) titipkan. Masa depan ribu ratu dan Lewotana.
Sampai detik ini. KKD: Kemampuan Keuangan Daerah Flores Timur masih level rendah. SILPA masih tinggi. PAD masih rendah dan ngos-ngosan parkir dua digit. Tapi mampu beli lima mobil baru tiap lima tahun. Malu dengan ribu ratu!
Semakin tinggi PAD, berdampak naiknya status KKD. Demikian pun, naiklah tunjangan informasi dan komunikasi (TIK), tunjangan perumahan, dan tunjangan lainnya bagi anggota DPRD dan penjabat Pemda. *
Penulis adalah Wartawan dan Editor Florespos.net
Editor : Wall Abulat










