Penerimaan PAD Flores Timur sangat rendah. Istilah keren tadi: masih di status level dua digit. Husss, seperti status level Gunung Lewotobi Laki-laki saja: Level Satu (Normal), Level Dua (Waspada), Level Tiga (Siaga) dan Level Empat (Awas).
Agak aneh. Setiap tahun anggaran, Flores Timur kelebihan uang dari uang yang diberikan pusat untuk dikelola dalam pelaksanaan program dan kegiatan tahun berjalanan atau tahun berkenaan. Disebut SILPA. Tak kira-kira, SILPA Flores Timur biasanya jauh lebih besar dari PAD. Rata-rata dua digit, Rp 50 mendekati tiga digit, Rp 100 miliar.
Saya coba kutip istilah dan soal SILPA. SILPA, adalah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan. SILPA, yaitu selisih antara surplus/defisit anggaran dengan pembiayaan netto. Dalam penyusunan APBD, angka SILPA seharusnya sama dengan 0 (nol).
Artinya, penerimaan pembiayaan harus dapat menutup defisit anggaran yang terjadi. Misal. Dalam APBD terdapat defisit anggaran sebesar Rp 100 miliar, ditutup dengan penerimaan pembiayaan (pembiayaan netto) sebesar Rp 100 miliar, maka SILPA-nya adalah Rp 0 (nol).
Jika terdapat defisit anggaran sebesar Rp 100 miliar dan ditutup dengan penerimaan pembiayaan (pembiayaan netto) sebesar Rp 120 miliar (SILPA Positif).
Berarti, bahwa secara anggaran masih terdapat dana dari penerimaan pembiayaan Rp 20 miliar yang belum dimanfaatkan untuk membiayai Belanja Daerah dan/atau Pengeluaran Pembiayaan Daerah.
Kembali ke PAD Flores Timur. Sesuai aturan, PAD adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai peraturan perundang-undangan.
Sumber PAD: Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah, dan lain-lain PAD yang sah. Ini yang saya tahu.
Ada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Flores Timur diketahui sebagai kantong atau penghasil penerimaan PAD.
Sebut saja di antaranya: Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Perikanan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, dan RSUD Larantuka. Tiap daerah di Indonesia pasti ada OPD ini.
Editor : Wall Abulat










