LARANTUKA, FLORESPOS.net-Hujan disertai angin puting beliung yang menerjang wilayah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di wilayah Desa Ile Padung, Kecamatan Lewolema, Senin (22/1/2024) siang hingga petang, merusak puluhan rumah warga dan fasilitas umum setempat.
Berdasarkan data sementara yang diperoleh Florespos.net dari Sekretaris Kecamatan Lewolema, Kowa Kleden, sedikitnya 22 rumah warga tersebar di Dusun Riangtobi dan Dusun Riangmotong, Desa Ile Padung, Kecamatan Lewolema yang rusak akibat diterjang angin puting beliung tersebut.
Selain puluhan rumah warga pada dua dusun itu, akibat angin puting beliung sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa dua fasilitas umum milik pemerintah dan milik petani petani mente setempat.
“Data sementara, ada 6 rumah dan WC rumah milik warga di Dusun Riangmotong yang rusak berat dan ringan. Umumnya rusak pada bagian atap. Lalu di Dusun Riangtobi, ada 16 rumah dan WC rumah milik warga yang rusak ringan dan berat. Ini juga umumnya pada bagian atap,” kata Kowa Kleden, Senin (22/1/2024) malam.
Sementara dua fasilitas umum yang rusak akibat diterjang angin puting beliung, kata Kowa Kleden, yakni Rumah Bersalin Pustu Leworahang dan gudang Unit Pengola Hasil (UPH) Petani Mente milik Kelompok Tani.
“Data ini masih bersifat sementara. Kami masih mendata pemilik rumah, jenis kerusakan dan pendataan lainnya,” katanya.
Kowa Kleden mengatakan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur sedang turun ke lokasi bencana mengidentifikasi kerusakan dan kerugian bencana angin putting beliung tersebut.
“Sebagai informasi tambahan, malam ini juga teman-teman dari BPBD Flores Tmur diperintahkan oleh Penjabat Bupati turun di tempat kejadian untuk melakukan identifikasi dalam rangka tanggap darurat,” kata Kowa Kleden.
Kata Kowa Kleden, warga setempat yang rumahnya rusak berat karena bencana angin puting beliung tersebut sudah diarahkan mengungsi sementara ke rumah tetangga dan keluarga terdekat.
Hingga saat ini, Senin (22/1/2024) malam, hujan disertai angin kencang masih terus melanda wilayah pantai utara dan pantai selatan Kabupaten Flores Timur. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










