Selain perekonomian dan peredaran uang yang lemah, letih dan lesu, Pasar Inpres Larantuka tampak semrawut dalam penataan. Tidak ada parkiran kendaraan di pasar ini. Kendaraan umum dan pribadi parkir di badan jalan depan pasar tersebut. Eee…sudah begitu, dipungut retribusi parkiran meski kendaraan parkir di badan jalan.
Itu baru di Pasar Inpres Larantuka. Di kawasan pertokoan dan sepanjang tempat usaha lain di Kota Larantuka juga sama. Tempat-tempat usaha baik besar maupun kecil tidak sediakan parkiran khusus pengunjung. Tapi setiap kendaraan parkir di badan jalan dipungut retribusi oleh petugas parkir.
Kembali ke laptop, kata Tukul Arwana. Soal mobil baru. Saya dan beberapa teman seperjalanan coba menjelaskan–meski belum sepenuhnya jelas apalagi benar.
Sebetulnya, pada tahun anggaran 2024, Flores Timur beli enam mobil baru. Satu mobil jenis fortuner dibeli dan tiba dahulu sekitar April atau Mei 2024.
Editor : Anton Harus










