“Tambah satu lagi yang dibeli terlebih dahulu maka totalnya, Rp. 3,820 miliar,” sambar salah satu dari mereka sambil seruput segelas kopi hitam tampa gula. Pahit.
“Kalau dihitung bersih, enam mobil baru dibeli di tahun anggaran 2024, maka totalnya seperti itu,” jawab saya singkat.

Sementara tiga mobil Fortuner lama yang digunakan pimpinan DPRD Flores Timur 2019-2024, sepengetahuan saya, dalam proses pengalihan hak kepemilikan dengan cara lelang khusus. Lagi, dalilnya sesuai aturan. Mobil yang digunakan kepala daerah selama dinas atau masa jabatan, diberikan kepada kepala daerah bersangkutan melalui proses atau mekanisme lelang khusus. Begitu kira-kira.
“Bagian Aset belum melakukan penghitungan nilai ekonomis tiga mobil itu ke KPKLN. Tiga mobil tersebut akan dilelangkan secara khusus. Masih sedang dalam proses,” kata saya. Itu saya kutip dari Frederik Ama Bolen, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Flores Timur ketika saya dan beberapa teman se profesi konfirmasi, Jumat 6 September 2024.
Editor : Anton Harus










