ENDE, FLORESPOS.net-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Ende, Kabupaten Ende memiliki makna tersendiri karena secara historis, Kabupaten Ende memiliki hubungan yang sangat erat dengan lahirnya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.
Di bumi Ende inilah Bung Karno melakukan perenungan mendalam mengenai nilai-nilai kebangsaan saat menjalani masa pengasingan dari 1934 – 1938.
Untuk memperingati Hari Lahir (Harla) Pancasila 1 Juni 2026, Pemkab Ende menggelar Pekan Ende Street Festival (Pesta) yang akan berlangsung dari 28 Mei hingga 3 Juni 2026.
Pekan Ende Street Festival (Pesta) telah dibuka oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dan dihadiri Wabup Domi Mere di halaman Kantor Bupati Ende, Kamis (28/6/2026) malam.
Bupati Ende pada kesempatan tersebut mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Ende bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, memperkokoh toleransi, serta menanamkan semangat gotong royong dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat.
“Pekan Ende Street Festival (Pesta) yang kita laksanakan pada hari ini merupakan salah satu bentuk aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kreativitas, bermasyarakat”.
Bupati mengatakan festival ini menjadi ruang bersama menampilkan mengembangkan potensi ekonomi kreatif, memperkuat budaya lokal, serta membangun interaksi sosial yang harmonis di tengah keberagaman.
Pemerintah Kabupaten Ende memandang bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata, tetapi juga harus disertai dengan pembangunan karakter masyarakat yang kreatif, produktif, inovatif, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan kebhinekaan.
“Persatuan adalah kekuatan, kreativitas adalah masa depan, dan kerja bersama adalah jalan menuju kemajuan. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berkarya, berinovasi, dan menjaga persaudaraan di tengah keberagaman”.
“Jadikan Pesta untuk lahirnya ide-ide kreatif, peluang usaha, kolaborasi positif, dan energi baru untuk membangun Ende yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing dalam spirit Ende Baru untuk semua,” ajak Bupati Ende.
Ketua panita yang juga Kepala Dinas Pariwisata Ende, Muhammad Sahab saat pembukaan Pesta mengatakan rangkaian kegiatan ini diawali dengan pentas seni Pancasila Night yang berlangsung selama dua malam.
Rangkaian kegiatan ini dilanjutkan dengan Parade Pancasila, Pawai Obor, doa kebangsaan dari lima agama dan ditutup dengan lomba Naro di halaman kantor Lurah Kelurahan Onekore.
Untuk doa kebangsaan katolik, perarakan patung Ine Maria Guadalupe, islam dilaksanakan Tabligh Akbar, Protestan dilaksanakan Kebaktian Kebangsaan, Hindu dilaksanakan doa Tri Sandya Panca Sembah dan Japa Mantram, Budha dilaksanakan doa bersama.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










