Kami Ngopi di salah satu kedai di Tanjung Eputobi. Sambil santai saksikan pemandangan cantik Pulau Konga. Latarnya, ngeri-ngeri sedap. Gunung Lewotobi Laki-laki sedang garang. Semburkan abu vulkanik dan kepulan asap tebal keluar dari “mulut” gunung Lewotobi Laki-laki.
“Tiap hari sejak 23 Desember 2023 dan terakhir pada 3 November 2024 tengah malam. Keluar api dan asap di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Sesekali suara gemuruh bisa terdengar sampai sini,” ungkap penjual jajanan dan kopi kedai kecil di tempat kami istirahat.
Jaraknya tidaklah terlalu jauh. Sekitar 25 kilo meter dari puncak Gunung Lewotobi Lak-laki.

Saya dan beberapa teman sudah sedikit akrab dengan penjual jajan dan kopi di kedai ini. Kami panggil dia, Kraeng. Kraeng, panggilan akrab sekaligus santun untuk lelaki setengah tua di wilayah Manggarai, ujung barat Pulau Flores. Saya hanya sedikit mengerti bahasa, tapi tidak bisa bicara dalam bahasa Manggarai.
Editor : Anton Harus










