Ketika Alumni IFTK Ledalero Menyalakan Patriotisme ke-Indonesia-an dari Paroki Reo Keuskupan Ruteng untuk Indonesia - FloresPos Net

Ketika Alumni IFTK Ledalero Menyalakan Patriotisme ke-Indonesia-an  dari Paroki Reo Keuskupan Ruteng untuk Indonesia

- Jurnalis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 20:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pastor Paroki Reo RD. Mansuetus Hariman (kiri), Pastor Vikaris RD. Yosef Oriol Dampuk (kanan) dan Wartawan Florespos.net Wall Abulat (tengah) sedang menyaksikan jalannya pawai karnawal dalam rangkai memaknai Festival Golo Kole Maria Assumpta Nusantara Keuskupan Labuan Bajo secara live streaming, Selasa (12/8/2025). Foto: Fr. Erick.

Pastor Paroki Reo RD. Mansuetus Hariman (kiri), Pastor Vikaris RD. Yosef Oriol Dampuk (kanan) dan Wartawan Florespos.net Wall Abulat (tengah) sedang menyaksikan jalannya pawai karnawal dalam rangkai memaknai Festival Golo Kole Maria Assumpta Nusantara Keuskupan Labuan Bajo secara live streaming, Selasa (12/8/2025). Foto: Fr. Erick.

Oleh Walburgus Abulat

SELASA, 12 Agustus 2025. Suhu di Pastoran Reo, Keuskupan Ruteng yang terletak di Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tampak sejuk.

Meski iklim di Reo secara umum rada panas akibat terikan mata hari petang, namun di Pastoran Paroki Santa Maria Ratu Rosario Reo sendiri saat itu agak sejuk.

Maklum di Pastoran Paroki yang saat ini dipimpin (Pastor Paroki) Reverendus Dominus (RD) Mansuetus Hariman sudah dibuat kiat khusus untuk menyejukkan siapa yang bertandang ke sana dengan menanam puluhan jenis bunga yang indah dipandang mata.

Ada bunga bogenvile, bunga gelombang cinta, bunga janda bolong, dan aneka bunga dan tanaman hias lainnya.

Baca Juga :  Catatan ETMC XXXIV Ende, Sepakbola Amatir NTT: Masih Bolehkah Kami Bermimpi?

Kesejukan di pastoran sore itu semakin terasa, karena para penghuni pastoran saat itu di antaranya Pastor Paroki RD. Mansuetus Hariman, dua pastor vikaris yakni RD. Yosef Oriol Dampuk dan RD. Agustinus Sunday Cakputra, dan Frater Tahun Orientasi Pastoral (TOP) Fr. Erick duduk santai di bawah tenda beratapkan ijuk di bawah rindangan pohon mangga dan cemara.

Keempat penghuni pastoran di atas merupakan alumni Instituf Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero dari Kampus/Konvik Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret.

Suasana di bawah tenda semakin memancarkan persaudaraan ketika di atas meja yang diletakan di sana dioperasikan satu unit laptop milik Romo Yoris. Layar laptop saat itu menampilkan secara life streaming parade peserta karnaval Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara yang diselenggarakan Keuskupan Labuan Bajo yang terpusat di Waterfront City Marina Labuan Bajo.

Baca Juga :  UKM Litera Unika St. Paulus Ruteng Beri Aroma Beda Dalam Ekspo Dies Natalis Tahun Ini

Di layar laptop kami menyaksikan para pelbagai keunikan puluhan etnis se-Indonesia  seperti sejumlah etnis di Manggarai Raya, etnis Ngada, Ende, Sikka/Maumere, etnos Timor, etnis Jawa, Bali, Sumatera, Ambon, Papua, dan puluhan etnis unik lainnya.

Para etnis yang mengambil bagian dalam pawai karnawal ini memberikan sentuhan ke-Bhineka Tunggal Ika-an-berbeda-beda tetapi tetap satu.

Mereka juga menyalakan spirit ke-Indonesia-an satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air yakni Indonesia. Spirit ke-Indonesia-an ini semakin memberi warna patriotisme karena di sekitar lokasi pawai karnaval terlihat bendera merah putih berkibar di angkasa.

Penulis : Walburgus Abulat

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati
Berita ini 587 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WITA

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung

Berita Terbaru