Oleh Walburgus Abulat
SELASA, 12 Agustus 2025. Suhu di Pastoran Reo, Keuskupan Ruteng yang terletak di Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tampak sejuk.
Meski iklim di Reo secara umum rada panas akibat terikan mata hari petang, namun di Pastoran Paroki Santa Maria Ratu Rosario Reo sendiri saat itu agak sejuk.
Maklum di Pastoran Paroki yang saat ini dipimpin (Pastor Paroki) Reverendus Dominus (RD) Mansuetus Hariman sudah dibuat kiat khusus untuk menyejukkan siapa yang bertandang ke sana dengan menanam puluhan jenis bunga yang indah dipandang mata.
Ada bunga bogenvile, bunga gelombang cinta, bunga janda bolong, dan aneka bunga dan tanaman hias lainnya.
Kesejukan di pastoran sore itu semakin terasa, karena para penghuni pastoran saat itu di antaranya Pastor Paroki RD. Mansuetus Hariman, dua pastor vikaris yakni RD. Yosef Oriol Dampuk dan RD. Agustinus Sunday Cakputra, dan Frater Tahun Orientasi Pastoral (TOP) Fr. Erick duduk santai di bawah tenda beratapkan ijuk di bawah rindangan pohon mangga dan cemara.
Keempat penghuni pastoran di atas merupakan alumni Instituf Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero dari Kampus/Konvik Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret.
Suasana di bawah tenda semakin memancarkan persaudaraan ketika di atas meja yang diletakan di sana dioperasikan satu unit laptop milik Romo Yoris. Layar laptop saat itu menampilkan secara life streaming parade peserta karnaval Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara yang diselenggarakan Keuskupan Labuan Bajo yang terpusat di Waterfront City Marina Labuan Bajo.
Di layar laptop kami menyaksikan para pelbagai keunikan puluhan etnis se-Indonesia seperti sejumlah etnis di Manggarai Raya, etnis Ngada, Ende, Sikka/Maumere, etnos Timor, etnis Jawa, Bali, Sumatera, Ambon, Papua, dan puluhan etnis unik lainnya.
Para etnis yang mengambil bagian dalam pawai karnawal ini memberikan sentuhan ke-Bhineka Tunggal Ika-an-berbeda-beda tetapi tetap satu.
Mereka juga menyalakan spirit ke-Indonesia-an satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air yakni Indonesia. Spirit ke-Indonesia-an ini semakin memberi warna patriotisme karena di sekitar lokasi pawai karnaval terlihat bendera merah putih berkibar di angkasa.
Penulis : Walburgus Abulat
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










