Sementara di sepanjang rute pawai karnaval juga ada umbul-umbul merah putih yang memperkuat suasana ke-Indonesia-an yang saat ini sedang melakukan persiapan untuk menyambut HUT RI ke-80.
Disaksikan penulis, para alumnus IFTK Ledalero yang juga warga Pastoran Reo saat menyaksikan nilai-nilai kebangsaan dan ke-Indonesia-an yang dipancarkan para peserta pawai karnaval secara live streaming saat itu, spontan juga menyalakan aroma empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
Warna empat pilar kebangsaan itu memang sungguh dinyalakan oleh empat alumnus IFTK Ledalero penghuni Pastoran Paroki Reo saat itu.
Mereka memang selama ini menjadi warga negara yang baik, yang seratus persen warga Negara Indonesia dan seratus persen warga gereja.
Ya,tugas pengabdian mereka memang berorientasi pro ecclesia et patria-untuk gereja dan bangsa. Keberadaan dan keseharian mereka memang sungguh memancarkan sebagai warga gereja dan warga negara dalam unitas tugas mereka yang memanusiakan manusia secara utuh-manusia yang memiliki jiwa dan badan.
Menyadari eksistensi ini, maka para alumnus IFTK Ledalero ini, meskipun memiliki kesibukan di tugas panggilan sebagai gembala umat Katolik di Paroki Reo dan di bidang pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Persekolah Sekolah-Sekolah Umat Katolik Manggarai (Yapersukma), namun mereka juga secara ikhlas menerima tanggung jawab masuk dalam kepanitiaan perayaan HUT RI ke-80 Tingkat Kecamatan Reo Tahun 2025.
Pastor Paroki Reo RD. Mansuetus Hariman misalnya dalam kepanitiaan dipercaya dalam rumpun seksi kerohanian, dan RD. Agustinus Sunday Cakputra dipercaya berkoodinasi seksi pawai karnaval yang melibatkan puluhan elemen warga lintas agama di Kecamatan Reok.
Dalam bingkai tugas yang diemban ini dan sejalan dengan jiwa patriotisme pro ecclesia et patria maka para alumnus IFTK Ledalero ini tak henti-hentinya terus menyuarakan kebenaran dan keadilan, menyuarakan aspirasi kaum tak bersuara (voice of the voiceless), menyuarakan suara kaum terpinggirkan (voice for the periphery), melayani dengan hati siapa saja yang membutuhkan bantuan mereka, khususnya umat dan dunia pendidikan di mana mereka bertugas. Mereka menyalakan spirit patriotisme ke-Indonesia-an sesuai bidang tugas yang mereka emban, baik tidak baik waktunya (opportune importune).
Dalam jiwa spirit ke-Indonesia-an ini, maka Pastor Paroki Reo RD. Mansuetus Hariman terus memperjuangkan nasib warga Rabo dan warga Jengkalang, Kelurahan Wangkung Kecamatan Reok yang hingga usia RI ke-80 tahun ini belum terakses penerangan listrik PLN dan tak sedikit di antara mereka yang masih menggunakan lampu pelita untuk penerangan di malam hari.
Dalam spirit patriotisme ke-Indonesia-an yang sama, Romo Mansuetus Hariman juga menyuarakan hak-hak anak sekolah asal Lingko Lolok, Desa Satarpunda, Kecamatan Lambaleda yang setiap hari melewati jalan rusak parah dan medan mendaki ketika pergi dan pulang kegiatan belajar mengajar di Satarteu sekitar 2 km dari Lingko Lolok.
Penulis : Walburgus Abulat
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










