ENDE, FLORESPOS.net-Bupati Ende periode 2019-2024, H. Djafar Achmad bersilahturahmi ke istana Keuskupan Agung Ende di Ndona, Ende beberapa waktu lalu.
Mantan Bupati dan Wakil Bupati Ende ini bersilahturahmi dan memperkenalkan diri serta bercerita dengan Uskup Keuskupan Agung Ende tentang Ende di masa kepemimpinannya.
“Sabtu kemarin Yang Mulia berkenan menerima saya. Ini sesuatu yang sangat menyenangkan dan kami ngobrol tentang Ende di masa lalu”.
Kata Djafar Achmad melalui pesan whatsapp kepada florespos.net, Senin (22/6/2026) pagi.
Djafar Achmad mengatakan dirinya sangat senang dengan pertemuan ini karena ia baru melakukan silaturahmi dengan Uskup Budi Kleden SVD setelah Uskup Budi dipercayakan memimpin gereja Keuskupan Agung Ende.
Kata Djafar pertemuan dirinya dengan Uskup Budi Kleden berlangsung satu jam lebih. Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan persaudaraan itu ia berbicara tentang Ende dimasa kepemimpinannya.
Djafar juga berbicara tentang Ende dalam bingkai semangat toleransi. Djafar mengakui Uskup Budi Kleden mempunyai semangat itu seturut motto thabisan yang mulia ” Peliharalah Kasih Persaudaraan”
“Pertemuan ini dalam rangka silaturahmi dengan yang Mulia. Sangat menyenangkan Alhamdulilah Puji Tuhan Bapa Uskup berkenan menerima saya”.
“Kami ngobrol – ngobrol tentang Ende di masa lalu sebagai info saja ke bapa Uskup. Kami ngobrol lama sekitar satu jam lebih sembari memperkenalkan diri ke beliau,” kata Djafar Achmad.
Djafar Achmad adalah putra Pulau Ende Kabupaten Ende yang memimpin daerah ini dalam dua periode.
Pada periode 2014-2019, Djafar Achmad mendampingi Almarhum Marsel Y.W Petu sebagai wakil bupati Ende.
Pada periode 2019-2024, Djafar Achmad memimpin daerah ini sebagai bupati.
Pada masa kepemimpinannya Djafar Achmad dikenal dekat dan mendengarkan suara semua orang.
Ia sering menerima aktivis, OKP dan berdiskusi dengan jurnalis untuk pembangunan daerah ini.
Beberapa buah tangan dalam masa kepemimpinannya bersama Marsel Y.W Petu yaitu Stadion Marilonga, pembangunan di Simpang Lima, Pantai Kota Raja dan beberapa ruas jalan paralel yang menghubungkan kecamatan dan desa.
Djafar Achmad dikenal sebagai pemimpin yang menyelesaikan masalah dengan cara berdiskusi dan hadir langsung untuk menyelesaikannya.
Ia dikenal dekat dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ia sering mengunjungi anak panti asuhan dan memberikan perhatian khusus kepada mereka.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










