ENDE, FLORESPOS.net-Bupati Kabupaten Ende, Provinsi NTT, Yosef Badeoda turun ke Pasar Mbongawani yang terletak di jantung kota Ende, Sabtu (8/3/2025) pagi.
Bupati Yosef Badeoda yang didampingi ibu dan sejumlah pimpinan OPD terkait serta staf berkeliling melihat kondisi pasar dan mendengar keluhan dari para pedagang yang beraktivitas di pasar terbesar di Kabupaten Ende.
Salah satu keluhan itu datang dari pedagang ikan. Pedagang ikan mengeluhkan kondisi lapak yang kurang tertata rapih dan masih ada pedagang yang berjualan di luar lapak yang disediakan pemerintah.
Karim, seorang pedagang ikan di Pasar Mbongawani menyampaikan kepada Bupati Ende bahwa pedagang ikan di pasar itu enggan menempati lapak yang telah disediakan pemerintah dan memilih berjualan di bahu jalan bahkan badan jalan. Dampaknya pasar ikan terkesan semrawut dan kotor.
Dikatakannya, saat petugas dari Satpol PP dan OPD lainnya turun ke pasar beberapa waktu lalu para pedagang menempati lapak. Saat petugas pulang ada pedagang yang kembali berjualan di jalan. Kondisi ini membuat pedagang lain pun ikut berjualan di jalan.
“Saat tidak dijaga, banyak yang jualan di jalan. Ini yang membuat kami yang biasa jualan di dalam akhirnya ikut berjualan di luar karena ikan kami tidak laku,” katanya.
Karim berharap, pemerintah tegas dan konsisten melakukan penertiban terhadap pedagang yang tidak mengindahkan imbauan dari pemerintah agar pasar ikan tidak terkesan kumuh.
Karim juga menyampaikan kepada Bupati Yosef Badeoda terkait kondisi bangunan fisik di pasar itu. Bagian atap bangunan itu mulai rusak dan berharap pemerintah bisa memperbaikinya.
Setelah mendengarkan keluhan dari pedagang ikan, Bupati Ende mengintruksikan OPD terkait segera mengambil langkah konkret melakukan penataan khususnya pedagang yang masih berjualan di luar lapak yang disediakan pemerintah.
Bupati Yoseph juga menegaskan, bahwa pemerintah daerah akan berupaya memperbaiki kondisi pasar agar lebih nyaman bagi pedagang dan pembeli.
Dikatakannya, Pasar Mbongawani mesti ditata lebih baik agar perekonomian masyarakat bisa berkembang sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Yosef Badeoda juga mengatakan saat berkeliling di pasar dirinya melihat dan mendapatkan keluhan yang menjadi permasalahan dalam pengelolaan pasar.
“Kalau tidak diatur dengan baik, ekonomi mungkin tetap tumbuh tetapi PAD kita tidak akan bertambah,” tegasnya.
Pembenahan harus segera dilakukan agar dua tujuan utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD dapat tercapai.
Diberitakan sebelumnya di media ini, Satpol PP, Dishub dan Dinas Perdagangan Kabupaten Ende pada bulan lalu turun ke pasar selama satu pekan lebih melakukan penertiban.
Efek dari penertiban itu pasar terlihat rapih dan arus lalu lintas pun tidak macet. Kondisi ini pun diapresiasi oleh pengunjung pasar. Namun saat petugas tidak ada di lapangan kondisi pasar kembali seperti semula. Pedagang kembali berjualan di bahu dan badan jalan. *
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando











