Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy) - FloresPos Net - Page 3

Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 11:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duka ini adalah lukisan tentang derita moral bersama. Solidaritas menjadi tanggung jawab kita, sebuah panggilan untuk mengakui bahwa keamanan dan hak hidup setiap perantau adalah fondasi dari masyarakat yang beradab.

Biarlah angin yang berhembus di lembah Nduga membawa pulang rindu Aris ke pelukan tanah leluhurnya di Toraja. Setiap tetes darah yang tumpah di aspal itu adalah saksi bisu yang menuntut kita untuk tetap memanusiakan manusia. Kita tidak boleh membiarkan ingatan akan dirinya tenggelam dalam arus waktu yang kejam.

Baca Juga :  Lebih Dari Sekedar Retorika Moral

Sebaliknya, kita harus menjadikannya lentera yang menerangi kegelapan, mengingatkan kita bahwa di atas segala perbedaan dan konflik, nyawa manusia tetaplah suci, laksana embun pagi yang layak dijaga, dihormati, dan dikenang hingga ke ujung waktu. *

Baca Juga :  Menjamah yang Terluka

Penulis adalah Staf Pengajar Stipar Ende

Berita Terkait

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain
Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:28 WITA

Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

Selasa, 15 September 2026 - 12:44 WITA

Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:01 WITA