Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan - FloresPos Net - Page 3

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal ini sanggup mengangkut puluhan hingga ratusan ton logistik, mulai dari bahan pangan, obat-obatan, tenda, air bersih, sampai BBM langsung menuju lokasi terdekat dari wilayah terdampak.

Fungsi kedua, sebagai pengangkut alat berat dan kendaraan operasional. Melalui desain Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) kendaraan dapat langsung masuk dan keluar geladak dengan cepat.

Fitur ini sangat krusial untuk menggerakkan alat berat seperti excavator dan buldoser guna membuka pemukiman atau jalan yang tertutup puing.

Baca Juga :  Menanti Visi Ekonomi Nasional Calon Presiden

Kapal Ro-Ro juga menjadi penyeberang utama bagi armada pendukung darurat, mulai dari truk tangki air bersih, mobil tangki BBM/LPG, ambulans, kendaraan operasional SAR, hingga unit dapur umum keliling.

Fungsi ketiga, penyelamatan dan evakuasi massal korban bencana. Dengan daya tampung yang besar, kapal penyeberangan sangat diandalkan dalam situasi krisis.

Baca Juga :  Menimang Kekuatan Fakta dan Tafsir dalam Menentukan Arah Kebijakan

Kapal ini dapat dengan cepat dialihfungsikan untuk mengangkut ratusan hingga ribuan pengungsi dari area berbahaya menuju lokasi yang lebih aman atau fasilitas kesehatan rujukan.

Fungsi keempat, pengiriman personel gabungan secara efisien. Tak hanya barang dan armada kendaraan, kapal penyeberangan juga menjadi tulang punggung mobilitas ribuan petugas darurat.

Berita Terkait

Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem
Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores
Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Minggu, 13 September 2026 - 21:30 WITA

Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing

Minggu, 13 September 2026 - 18:35 WITA

Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores

Sabtu, 12 September 2026 - 12:58 WITA

Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar

Jumat, 11 September 2026 - 16:23 WITA

Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 Sep 2026 - 10:02 WITA

Opini

Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:30 WITA