Bencana, Apakah Membawa Berkah? - FloresPos Net - Page 5

Bencana, Apakah Membawa Berkah?

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 19:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fardinandus Erikson

Fardinandus Erikson

Maka bencana mengingatkan kita agar menghormati kebebasan ciptaan dan tidak melampaui batas yang ditetapkan Allah, serta menyadari bahwa di atas segala kebebasan alam, terdapat kehendak Yang Maha Kuasa yang mengatur segala urusan.

Menjawab Bencana Berdasarkan Hukum Tuhan

Bencana alam pada hakikatnya adalah perwujudan dari hukum-hukum Tuhan yang berlaku di alam semesta, berjalan tetap dan tidak dapat diubah oleh siapa pun.

Segala sesuatu di alam ini memiliki ketentuan dan ukuran yang telah ditetapkan-Nya; apabila manusia hidup menaati hukum-Nya dan menjaga ciptaan-Nya, terciptalah keseimbangan dan kebaikan, namun apabila melampaui batas dan merusak tatanan yang ada, maka munculah peristiwa yang kita sebut bencana sebagai pengingat dan kembalinya keadaan kepada ketetapan-Nya.

Baca Juga :  NTT Wajib Waspada!

Bukan berarti Tuhan membenci segala ciptaan, melainkan agar kita menyadari keterbatasan diri, kembali kepada-Nya, menyadari bahwa segala sesuatu berjalan atas izin dan kehendak-Nya, serta menyadari bahwa di atas segala hukum alam, terdapat Kekuasaan Allah Yang Maha Bijaksana yang mengatur, menguji, dan mengembalikan hati manusia untuk tunduk dan berserah kepada-Nya.

Menjawab Bencana Berdasarkan Eksistensi Manusia

Bencana mengingatkan kita akan hakikat keberadaan manusia yang sesungguhnya: makhluk yang lemah, terbatas, dan tidak berkuasa atas alam semesta. Sekalipun manusia merasa telah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, ketika bencana datang, ia menyadari betapa kecilnya kemampuan diri dan betapa rapuhnya kehidupan yang dimiliki.

Baca Juga :  Kita Bermakna Dalam Waktu dan Kita Pun Dikenang Dalam Waktu (Catatan Akhir Tahun 2023)

Bukan untuk menakuti, melainkan agar kita menyadari bahwa keberadaan kita di dunia ini hanyalah titipan, bahwa kita tidak memiliki kuasa untuk menentukan hidup dan mati, serta bahwa segala kekuatan yang ada di semesta alam jauh melampaui kekuatan manusia. Oleh karena itu, bencana menjadi pengingat agar kita tidak sombong, tidak merasa berkuasa sepenuhnya, melainkan menyadari keterbatasan diri, hidup dengan rendah hati, dan senantiasa berserah kepada Pencipta yang menentukan segala batas dan masa kehidupan kita.

Bencana alam pada hakikatnya adalah perwujudan hukum alam, batas keseimbangan, kebebasan ciptaan, serta ketetapan dan kehendak Tuhan yang mengingatkan manusia akan hakikat keberadaannya yang terbatas dan lemah.

Berita Terkait

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi
Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat
Urgensitas Solidaritas Kemanusiaan Gempa Tektonik Flores dan Manajemen Kesiapsiagaan Bencana
‘Ketika Gempa Berlalu, Siapa yang Peduli pada Mama Imelda?’
Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka
Etika Kehadiran dan Passion Kemanusiaan
Trauma Healing Anak SD dan PAUD di Tengah Duka Gempa Flores
Jalur Sepeda di Jakarta: Antara Dilema Efektivitas, Mandat Regulasi, dan Solusi Masa Depan
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:43 WITA

Bencana, Apakah Membawa Berkah?

Selasa, 1 September 2026 - 18:16 WITA

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:23 WITA

Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:56 WITA

Urgensitas Solidaritas Kemanusiaan Gempa Tektonik Flores dan Manajemen Kesiapsiagaan Bencana

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:55 WITA

‘Ketika Gempa Berlalu, Siapa yang Peduli pada Mama Imelda?’

Berita Terbaru

Fardinandus Erikson

Opini

Bencana, Apakah Membawa Berkah?

Rabu, 2 Sep 2026 - 19:43 WITA