Oleh: RP. Paskalis Patut, Ocarm
DI penghujung tahun 2023, kita merenungkan makna waktu. Waktu adalah suatu misteri dunia yang tidak bisa dilampaui oleh manusia dan oleh apapun di atas muka bumi ini.
Kita lahir dalam waktu, kita pun akan mati dalam waktu. Kita bermakna dalam waktu, kita dikenal dalam suatu waktu dan tidak semua kita dikenang sepanjang waktu.
Hanya orang yang mampu memaknai waktu dengan kualitas hidup yang tinggi, tidak kenal lelah, tidak ada kata pasrah, kehilangan dirinya, mereka itulah yang bisa dikenang sepanjang waktu.
Orang Kudus, Para Pahlawan adalah contoh mereka yang mampu memaknai waktu dengan benar sehingga pantas dikenang sepanjang waktu.
Orang sukses dan pekerja keras waktu terasa sedikit dan berlalu begitu cepat namun para penganggur dan pemalas, waktu sangat membosankan.
Waktu terus berjalan, dan tidak seorang pun yang bisa menghentikannya, juga tidak seorang pun yang bisa mengulangi sedetik pun.
Detik demi detiknya, saat demi saatnya adalah suatu makna, suatu yang berisi dan memberi arti bagi diri kita.
Karena waktu adalah suatu kesempatan yang akan memberi makna bagi manusia maka bila orang tidak bisa mengisi waktunya dengan baik akan ada penyesalan demi penyesalan; sehingga ada ungkapan: “seandainya waktu bisa diputar kembali maka saya tidak akan seburuk ini, maka saya tidak akan salah pilih pasangan, tidak salah pilih jurusan, tidak salah pilih…..”
Penjahat yang bertobat menyesal telah salah menggunakan waktu namun dalam iman dan harapan yang teguh mampu mengisi waktu yang tersisa tanpa sedetik pun berlalu sia-sia.
Bagaimana kita telah menggunakan waktu selama 2023? Apakah Tahun 2023 menyisakan penyesalan karena kelalaian, kecerobohan dan kesalahan kita?
Selamat datang Tahun 2024, sejuta asa akan kunyalakan sejak hari pertama dengan pengharapan teguh agar semuanya dapat kutempuh.
Selamat Pesta Natal 2023 dan Tahun Baru 1 Januari 2024. *










