Jika kita kembali hidup sesuai dengan aturan-Nya, menjaga keseimbangan lingkungan, dan selalu bersiap dengan ikhtiar yang baik, maka dampak buruk dapat dikurangi, dan dari setiap peristiwa pun dapat lahir hikmah yang membawa kita menjadi pribadi serta masyarakat yang lebih baik, lebih bijaksana, dan lebih dekat kepada-Nya.
Menjawab Bencana Berdasarkan Keterbatasan Alam
Setiap hal di alam semesta ini memiliki batas yang telah ditetapkan. Tidak ada sesuatu yang berjalan tanpa ukuran atau melampaui ketentuan yang ada. Batas-batas alam itu berdiri kokoh dan tidak dapat diubah oleh siapa pun, baik oleh ilmu pengetahuan maupun kekuasaan manusia.
Ketika segala sesuatu berjalan di dalam batas-batasnya, maka terciptalah keteraturan, keseimbangan, dan kebaikan yang berkelanjutan. Namun apabila batas itu dilampaui, maka keseimbangan akan terguncang, dan peristiwa yang kita sebut bencana pun muncul sebagai wujud kembalinya keadaan kepada ketentuan yang seharusnya.
Bencana pada hakikatnya adalah tanda bahwa batas kemampuan alam telah terlampaui. Hutan memiliki batas kemampuannya menahan air, tanah memiliki batas kemiringan dan kekuatannya menahan beban, sungai memiliki batas daya tampung airnya, dan bumi memiliki batas ketebalan lapisan serta keseimbangan geraknya.
Apabila hutan ditebangi hingga melampaui batas kelestariannya, maka air hujan tidak lagi tertahan dan meluap menjadi banjir serta tanah pun ikut longsor. Apabila tanah dan lingkungan terus-menerus diubah tanpa memperhatikan daya dukungnya, maka bumi kehilangan kemampuan menahan dan menyeimbangkan dirinya, sehingga getaran yang terjadi di dalamnya lebih mudah menimbulkan kerusakan yang besar.
Semua itu terjadi bukan karena alam yang kejam, melainkan karena kita telah melampaui batas-batas yang telah ditetapkan-Nya.
Batas alam juga mengingatkan kita akan keterbatasan kemampuan manusia. Sekalipun kita memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, dan kekayaan yang melimpah, kita tetap tidak dapat menambah sedikit pun kemampuan alam di luar ukuran yang ada. Kita tidak dapat memperlebar sungai melebihi ketentuan tanahnya, kita tidak dapat menumbuhkan hutan dalam sekejap untuk menggantikan yang telah hilang, dan kita tidak dapat menahan pergerakan bumi ketika ia melampaui batas kestabilannya.










