Alam semesta memiliki keseimbangan yang indah sekaligus memiliki batas-batas tertentu yang tidak boleh dilampaui. Ketika manusia merusak hutan, membuang sampah sembarangan, atau mengambil sumber daya alam secara berlebihan, menggunakan tenaga alam secara serampangan; maka keseimbangan itu akan terganggu dan menimbulkan akibat yang nyata.
Hukum alam tidak memihak kepada siapa pun; ia berlaku sama untuk semua makhluk, tanpa memandang kedudukan, kekayaan, atau kekuasaan. Semua sama di mata alam.
Jika kita menjaga keseimbangan dan hidup selaras dengan alam, maka alam pun memberikan kebaikan kepada kita. Namun jika kita melampaui batas-batas yang ada dan menggagahinya, maka bencana muncul bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai konsekuensi wajar dari kepongahan kita terhadap hukum alam itu sendiri.
Proses alam berjalan tetap, konsisten, dan tidak dapat diubah oleh kemampuan manusia. Kita dapat mempelajari, mendeteksi kapan bencana mungkin terjadi, kita dapat bersiap membangun tempat tinggal yang kokoh, menjaga lingkungan agar tetap sehat, dan menyusun rencana keselamatan, tetapi kita tidak memiliki kuasa untuk menghentikan pergerakan bumi, membatasi mencairnya es di daerah kutub, menahan hujan, atau membatalkan ketetapan yang berlaku di alam semesta.
Di sinilah letak kerendahan hati dan keimanan kita: menyadari bahwa di atas segala ilmu dan upaya manusia, terdapat kekuasaan Yang Maha Kuasa yang menetapkan hukum-hukum alam ini. Oleh karena itu, sikap yang paling bijaksana adalah berikhtiar sekuat tenaga untuk menjaga lingkungan dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, sekaligus menyadari keterbatasan kemampuan diri dan tentunya selalu mendekatkan diri kepada-Nya.
Bencana jika dipandang berdasarkan hukum alam mengandung makna yang mendalam. Ia adalah pengingat bahwa ada aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar, bahwa setiap sebab pasti menghasilkan akibat, dan bahwa keseimbangan alam harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Bukan alam yang kejam, melainkan seringkali kitalah yang kurang memahami, kurang menghargai, dan tidak menaati hukum-hukum alam yang telah ditetapkan Tuhan.










