Bukan sebagai kemarahan atau hukuman semata, melainkan sebagai pengingat agar kita menyadari keterbatasan diri, tidak melampaui batas yang ditetapkan Allah, menjaga keseimbangan lingkungan dengan penuh tanggung jawab, hidup rendah hati, dan senantiasa kembali serta berserah kepada-Nya, menyadari bahwa segala urusan dan kekuasaan sepenuhnya milik Tuhan Allah yang mengatur segala sesuatu di alam semesta ini. (Penulis pernah merasakan gempa Flores Sabtu, 12 Desember 1992; pukul 13:29 Wita ).*










