Flores dalam Lingkaran Geothermal: Berkat atau Bencana - FloresPos Net - Page 2

Flores dalam Lingkaran Geothermal: Berkat atau Bencana

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek ini dinilai mengabaikan keberadaan masyarakat adat dan tatanan budaya, serta menimbulkan rasa tidak aman karena adanya aparat
keamanan saat survei. Hingga kini, 68% wilayah konsesi panas bumi di Flores berada di atas lahan adat tanpa persetujuan penuh masyarakat.

Dari pertemuan yang diklaim sebagai konsultasi publik hanyalah sosialisasi sepihak tanpa proses pengambilan keputusan bersama. Sistem tenurial tradisional yang kental pun sering diabaikan. Seperti negara mengambil alih hak masyarakat lokal. Ah… ini seperti bentuk penjajahan baru namun atas nama perusahaan tapi diintervensi oleh negara.

Apakah mungkin ini yang namanya investasi?

Mama saya adalah orang yang juga sangat sering bicara investasi. Dari beliau saya tahu investasi haruslah bijaksana, harus ada keberpihakan:
keberpihakan ke planet, keberpihakan ke people (manusia), dan profit (keuntungan) harus selaras dalam segala bentuk.

Dalam konteks ini, proyek energi geotermal yang berhasil tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial (profit), tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar (people) dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan (planet). Ada relasi kemitraan yang harus dibangun tanpa saling merugikan.

Baca Juga :  Caleg yang Membawa Perubahan dan Politik Tanpa Uang

Ketika pembangunan dipahami sebagai proyek sepihak yang mendefinisikan kebutuhan orang lain tanpa dialog, maka relasi yang tercipta bukanlah hubungan kemitraan, melainkan dominasi. Ketika perbedaan nilai ini tak dijembatani secara adil, yang terjadi adalah keterputusan (disconnected) antara negara dengan misi pembangunannya dengan warga di lokasi proyek pembangunan.

Dalam konteks seperti ini, suara warga mudah disingkirkan, pengetahuan lokal disepelekan dan kepercayaan pun sulit tumbuh. Dari sanalah, benih-benih resistensi tumbuh. Yang terjadi di wilayah Mataloko, Kabupaten Ngada, wilayah Poco Leok, Kabupaten Manggarai merupakan bentuk eksploitasi yang diklaim sebagai bagian dari transisi.

Sebagai salah satu negara pengguna energi fosil terbesar di antara anggota G20, Indonesia menghadapi tekanan internasional untuk mempercepat
transformasi energi nasional menuju sumber energi yang dianggap bersih dan berkelanjutan, justru menyingkap kesenjangan relasi atau hubungan yang lebar antara negara dan warga negara.

Baca Juga :  Cinta Vs Kentut Sosial

Ada ketidakpercayaan terhadap
janji-janji yang hadir bersama proyek itu. Hal ini diperparah oleh proses yang tidak adil dan relasi yang tidak setara. Maka, penolakan muncul, bukan
karena warganya menolak perubahan, tetapi karena mereka tak lagi percaya pada cara negara membawanya.

Benar bahwa, dunia telah krisis akan pasokan energi. Apalagi di tengah ketidakpastian global yang diwarnai perang, krisis energi dan bencana alam,
berbagai negara juga berlomba memperkuat ketahanan energi domestik demi mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri.

Sebagai salah satu negara pengguna energi fosil terbesar di antara anggota G20, Indonesia menghadapi tekanan internasional untuk mempercepat
transformasi energi nasional menuju sumber energi yang dianggap bersih dan berkelanjutan.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’
Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat
Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh
Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama
Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut
Penataan Ruang dan Hak Asasi (Catatan atas Kisah Penggusuran di Jalan Irian Jaya Ende)
Perpecahan Sosial sebagai Realitas Struktural
Ketika Sekolah Hanya Menjadi Nama (Seruan Darurat untuk Menguatkan Partisipasi Semesta dan Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua)
Berita ini 336 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:56 WITA

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:43 WITA

Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:38 WITA

Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:48 WITA

Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:38 WITA

Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut

Berita Terbaru

Feature

Sop Sapi Rasa Ayam (Diskusi Sekenanya)

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:44 WITA

Nusa Bunga

Polres Sikka Salurkan 400 Paket Daging Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:19 WITA

Nusa Bunga

Idul Adha 1447 Hijriah di Sikka dan Pesan Menjaga Persatuan

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:57 WITA