Energi panas bumi (geotermal) dipandang sebagai salah satu jawaban penting untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sejalan dengan tekanan dan komitmen negara-negara G20 terhadap transisi energi global yang berkelanjutan.
Komitmen G20 terhadap Energi Terbarukan: Negara-negara G20, melalui forum seperti Energy Transitions Working Group, mempromosikan investasi dalam energi terbarukan dan efisiensi energi untuk mencapai target net-zero emissions.
Meskipun G20 belum mencapai kesepakatan bulat mengenai
penghapusan bertahap bahan bakar fosil secara spesifik, mereka sepakat untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan secara global pada tahun 2030. Dan ternyata energi ini menjadi upaya negara dalam merespons tekanan global sekaligus mengatasi tantangan domestik secara strategis.
Namun, ada hal yang kemudian terasa memunculkan ketimpangan, khususnya dalam hal keberpihakan. Apabila negara menuntut warganya untuk memahami dan menerima urgensi kebijakan tersebut, sejauh mana negara juga membuka diri untuk memahami warganya, cara mereka berpikir,
merasakan dan mengalami proses pembangunan?
Ketimpangan relasi ini memperlihatkan bahwa komunikasi kebijakan kerap
bersifat satu arah, dengan negara sebagai subjek yang menyuarakan dan warga sebagai objek yang diharapkan patuh, tanpa ruang dialog yang setara.
Pada banyak aspek proyek ini kerap mengabaikan hak rakyat sehingga merampas ruang hidupnya.
Dari berbagai macam pembicaraan yang sempat saya rekam, ada hal menarik yang sempat dilontarkan oleh mama saya menyoal pola pendekatan negara menggunakan sentuhan teori kebijakan Triple Bottom Line yang nantinya mengarah pada bentuk investasi sosial yang berkelanjutan.
Investasi geotermal harusnya tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga adil secara sosial dan bertanggung jawab secara lingkungan,
menjadikannya model pembangunan energi yang berkelanjutan dengan
mempertimbangkan setiap pilar:
– Profit (Ekonomi): Investasi harus menguntungkan secara finansial
agar proyek dapat bertahan dalam jangka panjang. Namun, keuntungan di sini juga mencakup manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
– Kelayakan Finansial: Proyek harus memiliki studi kelayakan yang solid untuk memastikan pengembalian modal dan profitabilitas.
– Penciptaan Lapangan Kerja: Investasi geotermal dapat menciptakan lapangan kerja lokal, dari tahap konstruksi hingga
operasional, yang memberikan dorongan ekonomi bagi komunitas setempat.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










