Flores dalam Lingkaran Geothermal: Berkat atau Bencana - FloresPos Net - Page 4

Flores dalam Lingkaran Geothermal: Berkat atau Bencana

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

– Ketahanan Energi: Menyediakan sumber energi yang stabil dan terjangkau, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya berfluktuasi.

– Planet (Lingkungan): Investasi geotermal seringkali dipandang positif dari segi lingkungan karena menghasilkan emisi gas rumah kaca yang jauh lebih rendah dibandingkan pembangkit listrik konvensional. Namun, aspek lingkungan lainnya juga perlu dikelola dengan hati-hati.

– Emisi Karbon Rendah: Energi geotermal memanfaatkan panas bumi alami, berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.

– Pengelolaan Air dan Lahan: Pembangunan infrastruktur dapat memengaruhi ekosistem lokal. Pengelolaan limbah cair (brine) dan penggunaan lahan harus meminimalkan dampak negatif terhadap sumber daya air dan keanekaragaman hayati.

Baca Juga :  Pilkada Nagekeo: Arah Perubahan Baru

– Pemantauan Lingkungan: Diperlukan pemantauan ketat terhadap potensi pelepasan gas tertentu (seperti hidrogen sulfida) dan dampak aktivitas seismik.

– People (Sosial): Lebih mengarah pada penerimaan dan dukungan masyarakat lokal (social license to operate) sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang proyek geotermal.

– Konsultasi dan Keterlibatan Masyarakat: Melakukan dialog yang transparan dan inklusif dengan komunitas lokal untuk memahami kekhawatiran dan harapan mereka.

– Pembagian Manfaat (Benefit Sharing): Memastikan bahwa masyarakat setempat juga menerima manfaat langsung dari proyek, seperti melalui dana desa, program pengembangan masyarakat, atau fasilitas umum [1].

Baca Juga :  Depresi Pasca Melahirkan: Tantangan dan Cara Mengatasinya

– Penghormatan terhadap Hak Adat: Di banyak daerah, sumber panas bumi berada di wilayah adat. Penting untuk menghormati hak ulayat dan memastikan adanya persetujuan atas dasar informasi awal tanpa paksaan.

Transisi energi berkeadilan mesti memperhatikan dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan secara holistik. Transisi energi berkeadilan dan inklusif di Indonesia merupakan langkah
penting untuk memastikan bahwa transformasi menuju sumber energi bersih tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat, terutama yang rentan.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’
Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat
Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh
Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama
Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut
Penataan Ruang dan Hak Asasi (Catatan atas Kisah Penggusuran di Jalan Irian Jaya Ende)
Perpecahan Sosial sebagai Realitas Struktural
Ketika Sekolah Hanya Menjadi Nama (Seruan Darurat untuk Menguatkan Partisipasi Semesta dan Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua)
Berita ini 336 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:56 WITA

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:43 WITA

Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:38 WITA

Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:48 WITA

Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:38 WITA

Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut

Berita Terbaru

Feature

Sop Sapi Rasa Ayam (Diskusi Sekenanya)

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:44 WITA

Nusa Bunga

Polres Sikka Salurkan 400 Paket Daging Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:19 WITA

Nusa Bunga

Idul Adha 1447 Hijriah di Sikka dan Pesan Menjaga Persatuan

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:57 WITA