– Ketahanan Energi: Menyediakan sumber energi yang stabil dan terjangkau, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya berfluktuasi.
– Planet (Lingkungan): Investasi geotermal seringkali dipandang positif dari segi lingkungan karena menghasilkan emisi gas rumah kaca yang jauh lebih rendah dibandingkan pembangkit listrik konvensional. Namun, aspek lingkungan lainnya juga perlu dikelola dengan hati-hati.
– Emisi Karbon Rendah: Energi geotermal memanfaatkan panas bumi alami, berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.
– Pengelolaan Air dan Lahan: Pembangunan infrastruktur dapat memengaruhi ekosistem lokal. Pengelolaan limbah cair (brine) dan penggunaan lahan harus meminimalkan dampak negatif terhadap sumber daya air dan keanekaragaman hayati.
– Pemantauan Lingkungan: Diperlukan pemantauan ketat terhadap potensi pelepasan gas tertentu (seperti hidrogen sulfida) dan dampak aktivitas seismik.
– People (Sosial): Lebih mengarah pada penerimaan dan dukungan masyarakat lokal (social license to operate) sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang proyek geotermal.
– Konsultasi dan Keterlibatan Masyarakat: Melakukan dialog yang transparan dan inklusif dengan komunitas lokal untuk memahami kekhawatiran dan harapan mereka.
– Pembagian Manfaat (Benefit Sharing): Memastikan bahwa masyarakat setempat juga menerima manfaat langsung dari proyek, seperti melalui dana desa, program pengembangan masyarakat, atau fasilitas umum [1].
– Penghormatan terhadap Hak Adat: Di banyak daerah, sumber panas bumi berada di wilayah adat. Penting untuk menghormati hak ulayat dan memastikan adanya persetujuan atas dasar informasi awal tanpa paksaan.
Transisi energi berkeadilan mesti memperhatikan dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan secara holistik. Transisi energi berkeadilan dan inklusif di Indonesia merupakan langkah
penting untuk memastikan bahwa transformasi menuju sumber energi bersih tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat, terutama yang rentan.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










