Flores dalam Lingkaran Geothermal: Berkat atau Bencana - FloresPos Net - Page 5

Flores dalam Lingkaran Geothermal: Berkat atau Bencana

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan menggali potensi energi terbarukan yang melimpah, seperti geotermal, Indonesia memiliki peluang untuk menciptakan lapangan kerja
baru, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Proses ini harus disertai dengan evaluasi menyeluruh terhadap konsekuensi sosial dan ekologis yang telah terjadi, lalu mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Yang ditolak adalah bentuk pembangunan yang eksploitatif—yang mengabaikan suara lokal, merusak tanah leluhur, mengancam “air pemali”, dan mengabaikan keberlanjutan ekologis.

Baca Juga :  Dampak Positif Pembukaan Kembali Bandara Frans Seda Maumere yang Tutup Akibat Abu Vulkanik Lewotobi Laki-laki

Pembangunan semacam itu bukanlah kemajuan, melainkan luka yang ditanam atas nama kemajuan. Tanah dirampas atas nama negara, air suci (air pemali) dikeringkan atas nama investasi, dan budaya disingkirkan demi efisiensi ekonomi.

Ironisnya, masyarakat yang telah berakar selama puluhan generasi di tanah leluhurnya justru dipaksa angkat kaki demi energi yang jika pun jadi belum tentu mereka bisa sejahtera. Yang untung dan nyaman tentu para investor
sedangkan masyarakat setempat pasti merasa terasing di tanahnya sendiri.

Baca Juga :  Dinamika Politik Lokal: Membangun Kebersamaan di Tengah Perbedaan

Saya mencintai Flores sebagai tanah dan garis leluhur saya bukan karena saya primordial, tapi karena dari Flores lah saya mencintai Indonesia sebagai
bagian yang tidak terpisahkan dari negara. Maka kami butuh negara untuk tetap ada dan terus mengayomi. *

Penulis adalah Siswa Kelas 10 SMAK Syuradikara Ende, NTT

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’
Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat
Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh
Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama
Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut
Penataan Ruang dan Hak Asasi (Catatan atas Kisah Penggusuran di Jalan Irian Jaya Ende)
Perpecahan Sosial sebagai Realitas Struktural
Ketika Sekolah Hanya Menjadi Nama (Seruan Darurat untuk Menguatkan Partisipasi Semesta dan Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua)
Berita ini 336 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:56 WITA

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:43 WITA

Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:38 WITA

Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:48 WITA

Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:38 WITA

Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut

Berita Terbaru

Feature

Sop Sapi Rasa Ayam (Diskusi Sekenanya)

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:44 WITA

Nusa Bunga

Polres Sikka Salurkan 400 Paket Daging Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:19 WITA

Nusa Bunga

Idul Adha 1447 Hijriah di Sikka dan Pesan Menjaga Persatuan

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:57 WITA