Keselamatan masyarakat NTT tidak boleh dikorbankan demi percepatan ekonomi yang mengabaikan ekologi. Cermin pahit dari Sumatera, dengan ratusan korban jiwa dan kerugian miliaran rupiah, adalah pelajaran mahal tentang konsekuensi deforestasi yang tidak terkontrol.
Pemerintah NTT dan seluruh lapisan masyarakat harus bertindak secara kolektif dan komprehensif, mengubah ancaman musim hujan menjadi momentum untuk membangun tata kelola risiko yang lebih kokoh dan budaya ketangguhan yang melekat sejak dini di bangku sekolah.
Hanya dengan menempatkan ekologi sebagai dasar pembangunan, NTT dapat menjamin masa depan yang aman dan berkelanjutan bagi warganya. Semoga! *
Dosen Ilmu Komunikasi dan Filsafat ISBI Bandung










