ENDE, FLORESPOS.net-Gempa bumi Flores 7,7 SR yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pagi mengakibatkan kerusakan ratusan rumah warga dan fasilitas publik.
Gempa tersebut mengakibatkan korban jiwa. Dua warga Ende dilaporkan meninggal dunia.
Berdasarkan data dari Posko Penanganan Bencana Kabupaten Ende di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ende per tanggal 16 Agustus 2026 siang diperoleh data sebagai berikut.
Dua orang warga Kabupaten Ende meninggal yaitu Sisilia Payong (70) asal dari Kecamatan Nangapanda. Sisilia sebelumnya sudah dirawat di RSUD Ende. Saat gempa dia mengalami syok dan meninggal dunia.
Korban jiwa kedua adalah Susana Bunga (80) asal Desa Nggesa Kecamatan Detukeli. Pada saat gempa korban terjatuh dan pingsan. Setelah itu korban meninggal akibat serangan jantung.
Sementara warga yang mengalami luka ringan sebanyak 11 orang, patah tulang 2 orang dan cedera kepala satu orang.
Data kerusakan bangunan yang diperoleh dari posko penanganan antara lain bangunan rumah penduduk rusak ringan 79 rumah, rusak sedang 20 rumah dan rusak berat 22 rumah.
Fasilitas kesehatan yang rusak sebanyak 17 faskes dengan kategori rusak ringan satu faskes, rusak sedang 15 faskes dan rusak berat satu faskes.
Fasilitas ibadah sebanyak tiga unit rusak ringan, dua unit rusak sedang dan empat unit rusak berat.
Fasilitas pendidikan yang saat ini sedang terdata yaitu 26 sekolah dengan kategori rusak ringan dua sekolah, rusak sedang 18 sekolah dan rusak berat 6 sekolah.
Kantor pemerintah yang rusak dilaporkan antara lain Kantor Bupati Ende, Kantor DPMTSP, Kantor Desa Detusoko Barat, Kantor PDAM, Kantor PLN Ende. Kategori rusak ringan.
Data ini masih berubah karena posko penanganan bencana Kabupaten Ende masih menunggu laporan dari beberapa desa dan kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Kabupaten Ende, Venantius Minggu dihubungi florespos.net, Senin (17/8/2026) pagi mengatakan bahwa jumlah sekolah yang rusak cukup banyak. Saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari setiap desa dan kecamatan.
“Paling banyak dari wilayah utara dan kami masih melakukan pendataan kerusakan,” katanya.
Pantauan media ini saat ini warga terdampak bencana di Kelurahan Lokoboko, Kecamatan Ndona berada di tenda- tenda yang dibangun secara mandiri. Mereka mengharapkan bantuan sembako dari pemerintah dan pihak terkait lainnya.
Pada Senin (17/8/2026) pagi, gempa dengan kekuatan 5,8 SR kembali mengguncang Pulau Flores di Mbay. Dampak gempa ini, warga Ende kembali dan berada di luar rumah.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










