NTT Wajib Waspada! - FloresPos Net - Page 2

NTT Wajib Waspada!

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 13:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada saat curah hujan ekstrem, material inilah yang menjadi proyektil sekunder, menghantam pemukiman, jembatan, dan infrastruktur lain, mengubah banjir biasa menjadi banjir bandang yang mematikan.

Filosof lingkungan, Arne Naess, melalui konsep Ekologi Dalam (Deep Ecology), mengingatkan kita bahwa alam memiliki nilai intrinsik, terlepas dari kegunaannya bagi manusia.

Tragedi Sumatera adalah bukti nyata bahwa ketika manusia memperlakukan alam hanya sebagai sumber daya yang dieksploitasi tanpa batas, alam akan merespons dengan cara yang destruktif.

NTT, sebagai provinsi kepulauan dengan topografi perbukitan dan curah hujan tinggi yang hendak memasuki musim basah, sangat rentan mengalami siklus bencana serupa.

Baca Juga :  Memori Kolektif dan Siklus Konflik dalam ‘Yang Runtuh Lalu Satu’

NTT menghadapi tantangan deforestasi yang unik namun sama berbahayanya. Selain maraknya pembukaan lahan untuk aktivitas pertambangan skala besar, pembangunan tempat wisata yang mengorbankan tutupan hutan, dan yang terbaru, rencana proyek geothermal di kawasan sensitif, semuanya berpotensi merusak zona resapan air.

Proyek-proyek ini, jika tidak diselenggarakan dengan AMDAL yang ketat dan transparan, hanya akan mempercepat laju erosi dan longsor, mengancam keselamatan penduduk lokal, seperti yang terjadi pada bencana banjir bandang tahun lalu yang menimpa beberapa daerah di NTT.

Baca Juga :  Penangkapan Presiden Venezuela Hanya dalam 5 Jam dan Ancaman bagi Indonesia yang Kaya SDA

Penguatan Tata Kelola Risiko dan Ketahanan Bencana di NTT

Untuk mencegah NTT menjadi cermin berikutnya dari krisis ekologis Sumatera, diperlukan intervensi ganda: penguatan tata kelola struktural oleh pemerintah daerah dan penanaman budaya ketahanan di tingkat masyarakat dan sekolah.

Pemerintah NTT harus mengambil langkah drastis dengan menjadikan mitigasi bencana sebagai prioritas pembangunan, melampaui kepentingan ekonomi jangka pendek.

Langkah pertama yang mendesak adalah segera melakukan audit lingkungan menyeluruh terhadap seluruh izin usaha yang beroperasi di wilayah hulu, terutama sektor pertambangan, pariwisata masif, dan geotermal.

Berita Terkait

Merdeka di Tanah Bergetar
Ketika Empat Belas Detik Bumi Flores Bergetar
Kilas Balik Konflik Sepak Bola NTT: Keamanan Semua Pihak Harus Menjadi Prioritas
Pendidikan dan Kemerdekaan: Menemukan Kembali “Rumah Bangsa” di Usia ke-81
Kontroversi Gol Persami vs BMP Flores Timur: Saat Sepak Bola NTT Diuji oleh Karakter Pertandingan
Angkutan Pelajar Aman (APA): Menjaga Keselamatan Siswa, Menghidupkan Angkutan Pedesaan Kabupaten Magelang
Soeratin Cup 2026 NTT: Menjaga Marwah Kompetisi dan Masa Depan Sepak Bola Muda
Ketika Badai Mengguncang Perahu Gereja: Apakah Kita Masih Mau Mendayung?
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:50 WITA

Merdeka di Tanah Bergetar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:50 WITA

Ketika Empat Belas Detik Bumi Flores Bergetar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:33 WITA

Kilas Balik Konflik Sepak Bola NTT: Keamanan Semua Pihak Harus Menjadi Prioritas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:58 WITA

Pendidikan dan Kemerdekaan: Menemukan Kembali “Rumah Bangsa” di Usia ke-81

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:28 WITA

Kontroversi Gol Persami vs BMP Flores Timur: Saat Sepak Bola NTT Diuji oleh Karakter Pertandingan

Berita Terbaru

Suasana Apel Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-81, Senin (17/8/2026) di RT 15 Kelurahan Sarotari Tengah, Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, NTT. Foto: Istimewa

Nusa Bunga

Merdeka di Tanah Bergetar

Senin, 17 Agu 2026 - 10:50 WITA