Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo - FloresPos Net - Page 4

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Dalam buku Bantuan Hukum di Indonesia, Adnan Buyung pernah menulis tentang rumusan bantuan hukum struktural untuk diterapkan di Tanah Air.

Bantuan hukum ini merupakan pergeseran paradigma di kalangan hukum dari paradigma amal atau charity dan dilakukan oleh individu kepada bantuan hukum yang disponsori sebuah lembaga dan gagasan bahwa bantuan hukum menjadi hak yang harus didapatkan warga negara, terutama rakyat kecil.

Karena itu, LBH didirikan untuk menjamin pelaksanaan bantuan hukum struktural yang diberikan karena ada ketimpangan struktur ekonomi, sosial dan politik yang menimbulkan permasalahan hak asasi manusia.

Basisnya adalah pola pikir bahwa ada ketidakadilan karena ada struktur yang timpang, norma yang tidak berpihak. Bisa juga karena sosial, kultur yang tinggi-rendah.

Baca Juga :  Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Dalam ideologi bantuan hukum struktural, LBH tidak hanya melakukan pendampingan hukum, tetapi juga mendidik masyarakat untuk mengubah sistem hukum yang selama ini dianggap memberikan ketidakadilan.

Kita sangat berharap agar warisan perjuangan Adnan Buyung Nasution menggerakkan para advokat dan aparat penegak hukum yang digaji negara multikrisis ini agar menegakkan hukum berbasis nurani kemanusiaan rakyat kecil-tertindas.

Hukum mesti mengabdi kebenaran dan keadilan. Ketika kita melihat sepak terjang pengacara yang diduga kuat masuk dalam gerombolan mafia waduk Lambo, betapa terasingnya idealisme kebenaran dan keadilan hukum itu dari kepalanya. Pengacara mafia memang otaknya hanya mencari celah untuk meneror dan menakut-nakuti lawan debatnya dalam proses hukum.

Baca Juga :  Jalan Pulang ke Masa Depan (Apresiasi Jalan Kreatif Festival Jelajah Maumere 2025)

Selama ini, dalam percaturan gagasan kritis terkait dugaan mafia waduk Lambo, pengacara itu hanya berkoar dan omong besar di ruang-ruang media sosial, bahkan dengan menyembunyikan wajahnya di dalam akun-akun palsu untuk menyerang pribadi.

Biasanya gerombolan mafia akan keluar dari lubang persembunyian dan menyebarkan kotorannya ke ruang-ruang publik dengan nama dan akun palsu. Pengacara itu mesti belajar agar menjadi orang cerdas dan berakal sehat, bukan mulutnya berlepot sumpah serapah hanya karena emosi mafia yang buas dan liar.

Saya belum menemukan satu argumen pun untuk membantah semua dugaan terjangan gerombolan mafia yang mengotori pembangunan waduk.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo
Berita ini 1,700 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Membaca Kisah Candi Audia

Minggu, 28 Jun 2026 - 07:43 WITA

Opini

Menimbang Etika Politik Pilkades

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:16 WITA