Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo - FloresPos Net - Page 5

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Bahkan pengacara yang diduga otak mafia juga adalah kotoran yang harus segera dibersihkan dari bibir waduk Lambo agar pembangunan waduk berjalan normal kembali untuk memasok air bagi pengembangan pertanian di Mbay dan sekitarnya.

Bukan Jongos Kekuasaan

Dalam kasus dugaan terjangan gerombolan mafia waduk Lambo, ada wartawan piaraan KH Destroyer yang menyebarkan informasi bohong dan sesat melalui portal berita yang lebih mirip akun medsos. Akun-akun ini diduga kuat sangat abal-abal. Wartawannya bisa diduga kualitas kemampuannya.

Kita mesti beri pencerahan tentang peran pers agar kalau mereka sadar tersesat, segera kembali memuliakan martabatnya dan berbalik menjadi jurnalis yang baik dan benar. Kalau jurnalis tetap menjadi piaraan KH Destroyer, apa bedanya dengan pelanggan tetap Cokelat Café yang “ngantor” ladies tanpa bayar?

Pers adalah institusi yang menjalankan profesi jurnalisme: aktivitas mencari atau mengumpulkan, mengolah atau menyeleksi, menyusun atau menulis dan menyebarluaskan informasi kepada publik.

Baca Juga :  Warga Atakore Tolak Geothermal, Waiwejak Siap Dihancurkan PLN (Catatan untuk PLN dan Ketua Pokja PLTP Atadei)

Proses jurnalistik ini merupakan bagian dari komunikasi yaitu upaya untuk membagi sesuatu (informasi) kepada publik untuk membangun pemahaman kritis. Kerja jurnalisme ini berkiblat pada terbentuknya pemahaman yang sekurang-kurangnya sama tentang sebuah fakta. Tapi aneka kepentingan dan interese primordial kadang menggadaikan misi luhur pers sebagai institusi yang mesti mencerdaskan publik.

Kepentingan publik mendorong orang-orang yang memiliki otak dan hati nurani untuk bekerja sebagai jurnalis. Jurnalisme adalah aktivitas intelektual dan nurani yang yang mengabdi kepentingan orang banyak.

Kehendak untuk mengabdi kepada kepentingan publik didorong oleh bisikan hati nurani yang tumbuh dalam keyakinan akan kebenaran ajaran agama, ideologi, nilai-nilai luhur dan kearifan. Maka jurnalis mengalami tiga momen dalam karier jurnalisme. Pertama, perakit, penyusun data, kata-kata dan gambar menjadi kalimat dan cerita.

Baca Juga :  Pemimpin “Berhati” Rakyat (Kepada Bupati Tote Badeoda dan Wabup Domi Mere)

Kedua, pekerja intelektual yang dengan kecerdasan intelektual mengungkapkan kebenaran dan kesalahan. Ketiga, pekerja hati nurani yang berbasis kepekaan hati nurani menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal mengungkapkan kebenaran dan keadilan. Kadar intelektualitas dan hati nurani meningkat dalam setiap tingkatan (Atmakusuma: 2014: 24-25).

Kecerdasan intelektual dan hati nurani menggerakkan jurnalis untuk selalu gelisah dengan realitas sosial, politik, hukum, ekonomi dan sebagainya. Jurnalis beraktivitas menerapkan jurnalisme verifikasi, jurnalisme harapan dan jurnalisme damai (peaceful reporting).

Tapi dalam situasi politik, hukum dan permainan kapital yang gila di Flores-Lembata, jurnalis mesti lebih mengedepankan jurnalisme kenabian (prophetic journalism). Jurnalis mesti memiliki militansi, semangat pantang menyerah apalagi takluk pada sodoran “fulus” kapital yang sering menjadi perpanjangan tangan kekuasaan politik dan birokrasi.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo
Berita ini 1,700 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Membaca Kisah Candi Audia

Minggu, 28 Jun 2026 - 07:43 WITA

Opini

Menimbang Etika Politik Pilkades

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:16 WITA