Kebiadaban Wolosabi
Tulisan-tulisan saya di Florespos.net akhirnya membuka kesadaran dan memantik keberanian warga Nagekeo yang selama ini sangat menderita dalam represi jahat gerombolan mafia waduk Lambo.
Anton Adja, warga dari kampung Wolosabi, Desa Ulupulu, Ndora, Kecamatan Nangaroro mengirim bukti berupa foto-foto dan video yang menghadirkan lokasi penggalian besar-besaran dengan hasil: lubang yang dalam, menganga lebar dan tampak alat berat berwarna merah muda sedang beroperasi.
Orang ini melukiskan lubang besar menganga itu sebagai “foto-foto kebiadaban mafia” yang menghancurkan lokais kebun dan pekarangan rumah. Ia menyebut salah satu penggeraknya adalah Gustyb Bebi Daga. Pemilik izin galian C adalah “orang kuat” dari Jakarta. Pemilik lahan disuruh minggir atas nama negara.
“Saya adalah korban langsung dari jaringan mafia biadab yang tak bermoral, yang dengan brutal merampok, merampas hak-hak warisan saya yang diturunkan dari nenek moyang, leluhur, orang tua dan hari ini turun ke saya lagi. Tapi semuanya telah dirampas, dirusak tanpa permisi oleh para mafia. Kebun dan pekarangan yang di dalamnya mengandung material berkelas, sudah dirusak jaringan mafia. Lahan saya terdampak waduk Lambo ada tiga bidang, sengaja dibuat konflik oleh para mafia ini.”
Laporan Sarat Konflik Kepentingan
Pada 21 Oktober 2025, sehari setelah terbitnya tulisan “Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo” Kabag Ops Polres Nagekeo AKP Serfolus Tegu, seorang perwira Polres Nagekeo, melalui kuasa hukumnya Kosmas Jo Oko, melaporkan saya ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.
Padahal, tulisan tersebut adalah karya jurnalistik, telah melewati proses redaksi, dan diterbitkan di media yang terdaftar di Dewan Pers. Saya dituduh mencemarkan nama baik Serfolus Teguh. Sebuah tuduhan yang dilontarkan secara ugal-ugalan oleh pengacara gondrong dengan narasi sarat teror dan serangan pribadi (ad hominem) yang sangat brutal.
Saya bisa memaklumi karena ini pengacara dengan karakter KH Destroyer. Kelompok mafia ini memang lebih gemar menyerang kulit, tapi absen di substansi karena kapasitasnya memang hanya itu. Kulit.
Saya merasa perlu mengingatkan pengacara Kosmas Jo Oko yang mengambil atau mengutip informasi dari Pater Mill yang sifatnya menyesatkan karena tidak cerdas menerima informasi dan mengekspose ke ruang publik. Sebuah kesalahan sangat fatal yang saying sekali dipertontonkan seorang tokoh publik sekelas Pater Mill.
Hal ini membuktikan ada orang, bahkan Imam yang sangat emosional dan tidak beretika. Saya juga mendengar sangat banyak informasi tentang pengacara Kosmas tapi untuk apa saya koarkan di ruang publik? Saya ajak Kosmas agar lebih rasional dan sedikit saja lebih intelektual.
Argumentasi harus dibantah dengan argumentasi, bukan dengan serangan pribadi. Saya heran, Kosmas dan jejaring mafia yang memakai banyak akun palsu sibuk menyerang pribadi tapi menelantarkan otaknya sendiri di tungku dapur. Meladeni orang-orang yang lupa otaknya di tungku api, sama dengan membuang energi yang tidak perlu.













