Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis - FloresPos Net - Page 4

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Lalu menelepon orang-orang untuk curhat bahwa laporan ke polisi itu tidak serius dan hanya modus bertemu penulis untuk “omong baik-baik semua ini.” Semua ada rekaman pembicaraan. Otak mafia itu anggap semua orang itu sama: bisa dipanggil ke Polres Nagekeo, diperiksa, ditekan, diteror, lalu diajak berdamai.

Saya menolak untuk mengikuti pola usang yang selalu dimainkan institusi Polres Nagekeo di bawah komando Mantan Kapolres Yudha Pranata dan Kabag Ops Serfolus Tegu: setor kebodohan di depan publik. Saya hormati hukum tapi harus benar, adil, berintegritas, memulikan HAM dan tidak merepresi akal sehat.

Nagekeo dan Cengkeraman Mafia
Saya menulis dengan tanda tanya bahwa Nagekeo memang dalam cengkeraman mafia yang melibatkan oknum polisi, oknum pengacara, oknum pengusaha, oknum wartawan (termasuk wartawan yang bekerja di media online yang terdaftar di Dewan Pers), oknum masyarakat yang dinobatkan sebagai tokoh dan tuan tanah palsu. Jaringan mafia ini merasa sangat kuat karena didukung orang kuat Jakarta.

Baca Juga :  Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo

Menurut kesaksian para jurnalis dan warga Mbay khusus  terdampak waduk Lambo, AKP Serfolus Tegu memang selalu membawa-bawa nama orang dari Jakarta ketika menjalankan terjangan mafianya di waduk Lambo. Orang yang kerjanya hanya membawa-bawa nama “orang kuat” sesungguhnya sangat-sangat lemah sehingga mencari tameng untuk menutupi ketidakmampuannya. Terkait “orang kuat dari Jakarta” banyak orang yang “kepanasan.”

Saya duga, orang-orang yang “kepanasan” itu bukan orang kuat tapi orang lemah juga yang mungkin saja selama ini banyak memuja-muja orang kuat. Pertanyaan sederhana: kalau Anda bukan “orang kuat” mengapa tersinggung?

Laporan terhadap saya oleh AKP Serfolus Tegu lewat kuasa hukumnya yang berambut gondrong, sarat benturan kepentingan.  AKP Serfolus Tegu diduga kuat terlibat banyak skandal di Nagekeo. Laporan itu patut diduga sebagai upaya membungkam saya untuk menyampaikan kebenaran. Ia diduga tidak mau boroknya terkuak ke publik dan keterlibatannya sebagai otak mafia di bibir waduk Lambo yang mencoreng institusi Polri terbongkar.

Baca Juga :  Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo

Salah satu oknum pengacara, anggota KH Destroyer, bagian dari jaringan mafia,sangat aktif meneror orang Nagekeo yang kritis, termasuk saya, lewat narasi di WhatsApp dan media sosial lain.  Ia mengancam membawa saya dan sejumlah orang kritis, pembela kebenaran, ke Mabes Polri.

Jaringan ini kuat karena merasa mendapat dukungan dari orang berpengaruh di Jakarta. Mereka berlindung di balik institusi, bahkan menjadikan aparat hukum sebagai perisai untuk menutupi kejahatan.

Karena itulah, ketika saya menulis artikel berjudul “Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo” (20 Oktober 2025, di Florespos.net), mereka bereaksi keras. Tulisan itu dinilai “berbahaya” karena membuka borok yang selama ini tertutup.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo
Berita ini 1,758 kali dibaca
REDAKSI: "ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Opini

Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:17 WITA