Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis - FloresPos Net - Page 9

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Tulisan “Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo” termasuk kategori tersebut. Ia telah melewati proses redaksi, diterbitkan oleh media yang terdaftar di Dewan Pers, dan ditujukan untuk kepentingan publik. Karena itu, setiap laporan hukum terhadapnya harus tunduk pada mekanisme Dewan Pers, bukan pidana umum.

Gunakan Hak Jawab, Bukan Jeruji
UU Pers memberi ruang bagi pihak yang dirugikan untuk menggunakan hak jawab dan hak koreksi. Ini adalah mekanisme demokratis yang menjamin keseimbangan antara kebebasan pers dan hak atas nama baik.

Namun yang sering terjadi, pihak-pihak yang merasa dirugikan justru memilih jalur pidana,  bukan karena mencari keadilan, tetapi untuk menakut-nakuti. Padahal, Dewan Pers telah menjadi lembaga resmi penyelesai sengketa pers sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 15 ayat (2) huruf c UU Pers.

Peran dan Wewenang Mabes Polri

Mabes Polri memiliki peran strategis sebagai pengawas tertinggi dalam sistem kepolisian nasional. Berdasarkan UU No. 2 Tahun 2002 dan Peraturan Kapolri No. 6 Tahun 2019, Mabes Polri berwenang mengambil alih kasus pidana di daerah bila:

Baca Juga :  Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

1. Kasusnya berdampak nasional atau lintas wilayah hukum;

2. Menyentuh integritas institusi kepolisian;

3. Terjadi konflik kepentingan atau penyimpangan penanganan di tingkat Polres.

Dalam kasus Nagekeo, publik berharap Bareskrim Polri atau Divisi Propam turun langsung melakukan supervisi agar proses hukum berlangsung objektif dan transparan.

Polri Milik Rakyat, Bukan Milik Mafia

Polri adalah milik rakyat, bukan alat segelintir orang yang menyalahgunakan kekuasaan. Siapa pun yang menggunakan institusi kepolisian untuk membungkam kritik dan melindungi kejahatan, sejatinya mencoreng kehormatan Bhayangkara.

Masyarakat berharap Kapolri bertindak tegas. Jangan biarkan nama Polri dipakai untuk menakut-nakuti rakyat dan wartawan. “Bagus jika Mabes Polri turun tangan memeriksa kebenaran jaringan mafia di Nagekeo yang melibatkan oknum polisi dan oknum pengacara. Datanglah ke Nagekeo secara in cognito agar tidak diketahui polisi di Nagekeo,” kata Edi Hardun.

Baca Juga :  Pater Niko “Konok” Strawn SVD Persembahkan Diri Hingga Titik Batas (Catatan di Usia 91 Tahun)

Membela Pers, Membela Kebenaran

Kriminalisasi terhadap wartawan bukan hanya serangan terhadap profesi, tetapi terhadap hak rakyat untuk tahu. Ketika jurnalis dibungkam, publik kehilangan mata dan telinga. Mari hormati hukum, junjung tinggi etika, dan lindungi kemerdekaan pers. Wartawan bukan musuh negara. Mereka adakah penjaga nurani bangsa.

Dan bila ada aparat yang menggunakan hukum untuk menindas, maka tugas rakyat dan media adalah mengingatkan: Keadilan tidak boleh disandera oleh kekuasaan.

Ketika kekuasaan kepolisian di Nagekeo menyandera keadilan, saat yang tepat bagi segenap elemen Kabupaten Nagekeo segera bangkit dan bergerak bersama menuju Polres Nagekeo untuk merebut kembali kedaulatan rakyat dan membersihkan institusi Polres Nagekeo dari noda kelam jejak dugaan mafia waduk Lambo yang diotaki Kabag Ops Serfolus Tegu dan jejaring mafianya.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo
Berita ini 1,758 kali dibaca
REDAKSI: "ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Opini

Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:17 WITA