Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis - FloresPos Net - Page 3

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Aneh bahwa ada oknumk polisi yang galau dan panik direpresentasi pengacara lokal berkolaborasi mempolisikan “dugaan.” Laporan itu hanya bikin geli perut saja. Otak terlantar saja di bibir waduk Lambo. Mahfud Md bilang: intinya tidak perlu diseriusi. Tapi yang perlu diseriusi adalah kadar otak oknum polisi dan sang pengacara penebar teror murahan.

Di Nagekeo, banyak persoalan publik tidak berani diangkat media lokal karena wartawannya mendapat tekanan, intimidasi, bahkan ancaman pidana. Mereka dikriminalisasi agar diam. Saya tidak ingin ikut diam, sebab diam berarti bersekongkol dengan ketidakadilan.

Saya hanya mengumpulkan data dan fakta “suci” di area seputar waduk Lambo dan tanah ulayat rakyat, mendengarkan desah, jeritan dan tangis warga korban yang ditindas gerombolan mafia yang diduga nuraninya ditumpulkan keserakahan uang.

Hal yang lebih menggelikan adalah oknum aparat penegak hukum khususnya polisi dan pengacara KH Destroyer memanfaatkan institusi Polres Nagekeo untuk meneror dan membungkam suara jurnalis lokal Mbay dan warga terdampak.

Baca Juga :  Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Semua orang bungkam. Apakah dugaan kejahatan yang dipertontonkan tanpa risih apalagi malu secuilpun oleh gerombolan mafia waduk Lambo mesti lestari dan terus memakan korban rakyat kecil hanya karena kita bungkam?

Saya ingat kata-kata Andreas Harsono, Wartawan, Penulis Buku dan Pendiri Yayasan Pantau: Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Hanya ada dua syarat untuk menulis: harus tahu dan harus berani. Tahu saja tidak cukup. Harus punya keberanian, punya nyali untuk menyatakan pikiran.

Romo Sindhunata SJ, Wartawan Kompas dan Pemimpin Umum Basis: Kita butuhkan wartawan atau penulis (opini) yang senang bekerja, bahkan bekerja keras, gemar turun ke lapangan, bertemu, bergaul, dan bercampur dengan realitas kehidupan sehingga mengangkat kejadian dan persoalan rakyat kecil ke atas panggung reportase yang mendalam dalam sosoknya yang nyata, hidup, berdenyut, berdesak, berkeringat, berairmata, bersenyum dan berpengharapan.

Baca Juga :  Nagekeo dalam Cengkeraman Mafia?

Sosok rakyat kecil di atas panggung reportasi dan tulisan opini itu adalah data dan fakta yang karena “kesuciannya” memiliki energi dahsyat untuk membuka borok sehingga menggoyahkan sendi-sendi mafianya.

Para gerombolan mafia itu lalu berhamburan keluar lubang persembunyian dan memamerkan wajah asli mafia. Pola aslinya mulai keluar. Panik luar biasa. Mainkan jurus pakai pengacara suruhan KH Destroyer untuk melancarkan serangan senja: laporan ke polisi.

Konferensi pers melalui facebook dengan narasi ugal-ugalan, sangat minim literasi hukum dan terpencil dari ranah kecerdasan. Belakangan, mulai pakai tokoh-tokoh lokal untuk memuja-muji sang oknum polisi yang panik luar biasa melebihi Tuhan.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo
Berita ini 1,758 kali dibaca
REDAKSI: "ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Opini

Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:17 WITA