Aneh bahwa ada oknumk polisi yang galau dan panik direpresentasi pengacara lokal berkolaborasi mempolisikan “dugaan.” Laporan itu hanya bikin geli perut saja. Otak terlantar saja di bibir waduk Lambo. Mahfud Md bilang: intinya tidak perlu diseriusi. Tapi yang perlu diseriusi adalah kadar otak oknum polisi dan sang pengacara penebar teror murahan.
Di Nagekeo, banyak persoalan publik tidak berani diangkat media lokal karena wartawannya mendapat tekanan, intimidasi, bahkan ancaman pidana. Mereka dikriminalisasi agar diam. Saya tidak ingin ikut diam, sebab diam berarti bersekongkol dengan ketidakadilan.
Saya hanya mengumpulkan data dan fakta “suci” di area seputar waduk Lambo dan tanah ulayat rakyat, mendengarkan desah, jeritan dan tangis warga korban yang ditindas gerombolan mafia yang diduga nuraninya ditumpulkan keserakahan uang.
Hal yang lebih menggelikan adalah oknum aparat penegak hukum khususnya polisi dan pengacara KH Destroyer memanfaatkan institusi Polres Nagekeo untuk meneror dan membungkam suara jurnalis lokal Mbay dan warga terdampak.
Semua orang bungkam. Apakah dugaan kejahatan yang dipertontonkan tanpa risih apalagi malu secuilpun oleh gerombolan mafia waduk Lambo mesti lestari dan terus memakan korban rakyat kecil hanya karena kita bungkam?
Saya ingat kata-kata Andreas Harsono, Wartawan, Penulis Buku dan Pendiri Yayasan Pantau: Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Hanya ada dua syarat untuk menulis: harus tahu dan harus berani. Tahu saja tidak cukup. Harus punya keberanian, punya nyali untuk menyatakan pikiran.
Romo Sindhunata SJ, Wartawan Kompas dan Pemimpin Umum Basis: Kita butuhkan wartawan atau penulis (opini) yang senang bekerja, bahkan bekerja keras, gemar turun ke lapangan, bertemu, bergaul, dan bercampur dengan realitas kehidupan sehingga mengangkat kejadian dan persoalan rakyat kecil ke atas panggung reportase yang mendalam dalam sosoknya yang nyata, hidup, berdenyut, berdesak, berkeringat, berairmata, bersenyum dan berpengharapan.
Sosok rakyat kecil di atas panggung reportasi dan tulisan opini itu adalah data dan fakta yang karena “kesuciannya” memiliki energi dahsyat untuk membuka borok sehingga menggoyahkan sendi-sendi mafianya.
Para gerombolan mafia itu lalu berhamburan keluar lubang persembunyian dan memamerkan wajah asli mafia. Pola aslinya mulai keluar. Panik luar biasa. Mainkan jurus pakai pengacara suruhan KH Destroyer untuk melancarkan serangan senja: laporan ke polisi.
Konferensi pers melalui facebook dengan narasi ugal-ugalan, sangat minim literasi hukum dan terpencil dari ranah kecerdasan. Belakangan, mulai pakai tokoh-tokoh lokal untuk memuja-muji sang oknum polisi yang panik luar biasa melebihi Tuhan.










