Oleh: Steph Tupeng Witin
LAMAHOLOT (Ata Lamaholot) adalah kelompok etnis yang mendiami wilayah Kabupaten Flores Timur dan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.
Suku Lamaholot mendiami sebagian besar wilayah meliputi bagian timur Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor, dan Pulau Lembata.
Dalam wilayah persebarannya, suku ini membawahi beberapa kelompok etnis yang lebih kecil, seperti suku Lamakera, Lamalera, dan suku-suku kecil lain.
Mereka juga tinggal berdampingan dengan kelompok etnis lain, seperti suku Kedang dan Sikka serta warga pendatang seperti Bugis, Makassar, Buton, dan Bajo. Semua melebur dalam kesatuan dan saling melengkapi dalam hidup bersama.
Wilayah tradisional masyarakat Lamaholot berbatasan dengan wilayah suku Sikka di barat dan suku Kedang di ujung timur Pulau Lembata.
Masyarakat Lamaholot tersebar di wilayah ujung timur Pulau Flores dan pulau-pulau kecil di sekitarnya yang berupa kepulauan vulkanis dengan rangkaian bukit-bukit dan gunung berapi, seperti Gunung Lewotobi, Gunung Ile Lewotolok dan Gunung Iliboleng.
Letak geografis ini berdampak pada klimatologi yaitu mengalami dua musim seperti daerah-daerah lain di Indonesia: musim kemarau dan hujan.
Mata pencaharian utama masyarakat Lamaholot adalah bercocok tanam di ladang dengan tanaman utama padi dan jagung yang dilakukan dengan sistem tebang-bakar.
Setiap tahap pekerjaan harus diawali dengan upacara adat berupa makan sirih-pinang. Pembagian pekerjaan dilakukan berdasarkan jenis kelamin. Pekerjaan berat seperti menebang hutan dan menanam dilakukan oleh laki-laki meski belakangan perempuan kadang mengambilalih pekerjaan itu.
Sedangkan panen dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Mereka juga mengenal sistem gotong-royong (gemohing).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










