Sayang sekali, pengacara menyesatkan publik dengan informasi tidak benar hanya untuk menghapus bandang dugaan mafia waduk Lambo dari klien yang sedang panik yang ia bela. Informasi anda sebagai pengacara yang tidak bermutu-mungkin saja pantulan keterbatasannya-tidak pernah akan menghentikan suara saya.
Publik Nagekeo sangat mengenal rekan jejak kepengacaraan orang-orang suruhan ini. Tapi untuk apa kita jadikan sebagai serangan pribadi? Biarkan saja mereka berceloteh sampai akhirnya lelah sendiri.
Suara kebenaran-yang mesti terus diverifikasi-tidak akan berhenti hanya karena suara tidak bermutu dari pengacara atau siapa pun di media sosial yang hanya semakin membuktikan betapa jauh absennya dari realitas di waduk Lambo Kabupaten Nagekeo.
Pertanyaan terakhir untuk pengacara: bisakah anda juga bersuara atas kasus kematian ladies dan seorang polisi dari Polres Nagekeo di Kafe Coklat yang kuat dugaan pemilikan ada hubungan dengan oknum polisi yang sedang dibela? Polisi yang meninggal itu bernama Bripka Julianus Pinem yang diduga mengonsumsi miras oplosan.
Kasus kematian aparat polisi dari Polres Nagekeo ini tidak pernah diproses hukum sampai hari ini karena dugaan ada “orang kuat” di Polres Nagekeo, pemilik kafe ini terlibat. Salah satu ladies bernama Rovina Gamur alias Villa juga meninggal dunia akibat keracunan alkohol sesuai diagnosa dokter RSUD Aeramo, Nagekeo. Ini fakta, bukan pencemaran nama yang dibela “baik” tapi fakta sebenarnya sudah “sangat buruk.”
Pengacara Mbulang Lukas, SH mendesak Propam Mabes Polri turun tangan agar penyelidikan kasus ini dilakukan secara independen, guna menyelamatkan citra kepolisian dari dugaan penyalahgunaan wewenang dan keterlibatan oknum aparat dalam tragedi Nagekeo ini (vixNtt.com 22/06/2021).
Sekali lagi kita bertanya kepada oknum polisi yang diduga otak mafia ini: mengapa kasus kematian ladies Rovina Gamur alias Villa dan Bripka Julianus Pinem yang diduga kuat keracunan alkohol di Kafe Coklat tidak dipersoalkan bahkan ditutupi? Apakah karena ada dugaan saudara ada di seputaran kasus itu? Mengapa suara kritis terhadap pejabat publik selevel saudara yang kita duga sangat meresahkan dan kita duga menjadi sumber kekacauan di Nagekeo menjadi skala prioritas akal-akalan hukum?
Kita tidak akan pernah tunduk pada kebatilan. Kita hanya tunduk pada kebenaran dan keadilan dengan sangat memuliakan martabat orang-orang kecil di Redu, Gaja dan Isa yang dikriminalisasi dalam rentang waktu yang panjang.
Institusi berintegritas seperti Polres Nagekeo tidak pantas dijadikan alat teror bagi suara kebenaran hanya untuk melindungi dan menutupi dugaan mafia yang sekarang ini sudah sangat telanjang di mata publik Nagekeo. Institusi Polres Nagekeo memiliki integritas sebagai penegak hukum yang benar dan adil, bukan alat untuk menakut-nakuti para pencari keadilan di Nagekeo.
Nagekeo adalah tanah subur dengan jiwa yang terluka. Luka itu bukan hanya karena tanah rakyat dirampas, tetapi karena rasa percaya mereka kepada hukum dan negara telah dirampas. Keadilan yang semestinya menjadi hak, kini jadi barang mewah yang hanya bisa dibeli oleh mereka yang punya kuasa.










