Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Dalam media abal-abal yang selama ini menjadi corong suara gerombolan mafia waduk Lambo itu, Tegu digambarkan sebagai sosok pengayom rakyat yang “berhati teduh.”

Padahal, di lapangan, warga justru mengenalnya sebagai aparat yang menakutkan. Ia mengaku sejak awal “membina” warga terdampak waduk agar mendukung proyek pemerintah. Namun dalam perjalanan, ia berperilaku seperti “monster” yang membungkam siapa pun yang berbeda pendapat.

Kasus terakhir berupa teror dan mengancam dengan kekerasan yang dilakukan Servulus Tegu kepada aktivis PMKRI asal Rendu, Narsinda Gatu Tursa, yang berkuliah di Kupang hanya karena mengkritik Tegu di grup WhatsApp akan “berurusan” dengan Polres Nagekeo ketika pulang ke Flores, sangat jelas terang benderang membantah lukisan media abal-abal perihal sosok Tegu. Tegu digambarkan sebagai “sosok yang menjaga hati rakyat” di sekitaran waduk Lambo.

Baca Juga :  Warga Atakore Tolak Geothermal, Waiwejak Siap Dihancurkan PLN (Catatan untuk PLN dan Ketua Pokja PLTP Atadei)

Lukisan ini benar karena memang fakta selama ini membuktikan bahwa Tegu menjaga hati rakyat agar tetap gelisah dan putus asa. Orang ini memang sangat berbahaya.

Penjaga keamanan yang membuat warga tidak aman, seorang APH yang menyulap hukum menjadi alat pembungkam warga yang mencari keadilan, dan intel polisi yang mencari celah kelemahan masyarakat untuk dieksploitasi kantung pribadi.

Seperti palu godam, tulisan-tulisan saya mulai membangkitkan kesadaran publik. Kesadaran publik memang perlu terus-menerus digedor agar masyarakat Nagekeo berani bangkit melawan ketidakadilan. Sebab, diam berarti tunduk. Diam berarti membiarkan Nagekeo jatuh ke tangan mafia.

Reformasi Polres Nagekeo Mendesak

Apa yang terjadi di Nagekeo tidak boleh dianggap kasus lokal. Ini cermin dari masalah struktural yang lebih besar di tubuh Polri. Itulah sebabnya Presiden Prabowo membentuk Komite Reformasi Polri sebagai langkah perbaikan menyeluruh setelah tragedi kematian Affan, mahasiswa yang tewas terlindas kendaraan taktis pada Agustus lalu.

Baca Juga :  Jalan Pulang ke Masa Depan (Apresiasi Jalan Kreatif Festival Jelajah Maumere 2025)

Menurut Achmad Munjid, Ph.D., Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM, reformasi Polri hanya akan berarti jika menyentuh hal-hal substansial:

1. Pendidikan dan pembinaan yang menanamkan nilai kemanusiaan.
2. Pemahaman HAM di semua level.
3. Rekrutmen berbasis meritokrasi, bebas kolusi dan nepotisme;
4. Transparansi dan akuntabilitas kelembagaan;
5. Pengawasan independen dari luar institusi.

Budaya kekerasan di tubuh Polri, kata Munjid, berakar dari sistem pendidikan yang keliru dan rekrutmen yang bermasalah. “Kalau masuknya saja sudah pakai uang, wajar kalau nanti mencari cara untuk balik modal,” ujarnya tajam. Karena itu, tanpa pembenahan menyeluruh dan pengawasan eksternal, Polri akan terus menjadi instrumen kekuasaan, bukan keadilan. (Ugm.ac.id, 29 September 2025).

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo
Berita ini 3,463 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Ekonomi

Gubernur NTT Sebut NTT Mart Hadir Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 15 Des 2025 - 08:42 WITA