Ikhtiar Menjaga Jiwa dan Merawat Semesta (Sebuah Sisipan Refleksi Filosofis-Pastoral Dies Natalis ke-35 Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende) - FloresPos Net - Page 2

Ikhtiar Menjaga Jiwa dan Merawat Semesta (Sebuah Sisipan Refleksi Filosofis-Pastoral Dies Natalis ke-35 Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende)

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 08:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam semangat sinodal, seluruh civitas akademika diajak untuk melampaui sekat-sekat individualisme dan eksklusivisme, serta membuka ruang dialog yang jujur dan transformatif. Sinodalitas bukan hanya metode, tetapi juga spiritualitas yang menghidupkan relasi antar manusia dalam semangat kasih, solidaritas, dan tanggung jawab bersama.

Perpaduan tematis antara sinodalitas dengan kesadaran ekologis menjadi jembatan yang mengundang kita untuk memperluas horizon relasional. Relasi itu tidak hanya dibentuk dan dibangun di antara manusia, tetapi juga dengan alam ciptaan.

Relasi yang inklusif dan dialogis mencakup penghormatan terhadap tanah, air, udara, dan seluruh makhluk hidup sebagai bagian dari komunitas ciptaan.

Dalam perayaan Dies Natalis ke-35 ini, STIPAR ingin menegaskan bahwa spiritualitas ekologis dan sinodalitas adalah jalan bersama menuju pemulihan relasi yang rusak, pembaruan komitmen etis, dan pengharapan akan masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Dari dan dalam konteks ini, pemikiran empat tokoh besar yakni Leonardo Boff, Paus Fransiskus, Martin Buber, dan Romano Guardini yang masing-masing menawarkan lensa filosofis dan spiritual boleh menjadi bingkai untuk memperdalam makna perayaan ini.

Baca Juga :  Menyadarkan Masyarakat akan Money Politik dengan Menghayati Terang Gaudium et Spes

Melalui gagasan mereka, kita diajak untuk merenungkan kembali arah pendidikan pastoral yang tidak hanya membentuk intelektualitas, tetapi juga menyentuh kedalaman relasi, kontemplasi, dan tanggung jawab ekologis. Dalam semangat Dies Natalis, mari kita membuka hati dan pikiran untuk menyambut masa depan yang lebih inklusif, dialogis, dan penuh harapan.

Leonardo Boff, seorang teolog dan filsuf ekologi, menegaskan bahwa “Kita tidak hanya hidup di bumi. Kita adalah bagian dari bumi.” Pernyataan ini mengandung makna spiritual yang mendalam. Manusia bukanlah entitas terpisah dari alam. Sebaliknya, manusia merupakan bagian integral dari seluruh ciptaan. Relasi ini bersifat ontologis dan etis, menuntut tanggung jawab dalam menjaga harmoni ekologis.

Dalam konteks STIPAR Ende, gagasan Boff menjadi landasan penting bagi pendidikan pastoral yang berorientasi ekologis. Pendidikan ini menekankan spiritualitas ekologis sebagai kekuatan transformatif. Para pelayan umat diharapkan memiliki kesadaran ekologis yang kuat. Mereka dipanggil untuk merawat bumi sebagai rumah bersama. Tindakan pastoral harus mencerminkan kasih terhadap seluruh ciptaan dan komitmen terhadap keberlanjutan hidup.

Baca Juga :  Pandangan Gereja Terhadap Perbedaan Agama Dalam Terang Nostra Aetate

Paus Fransiskus, sebagai pemimpin Gereja Katolik dan penggagas semangat sinodalitas, menegaskan bahwa “Sinodalitas adalah jalan yang Tuhan harapkan dari Gereja di milenium ketiga.” Pernyataan ini menempatkan sinodalitas sebagai dimensi spiritual yang mendalam. Sinodalitas bukan sekadar metode organisasi. Ia adalah cara hidup Gereja yang menekankan kebersamaan, partisipasi, dan keterbukaan terhadap Roh Kudus.

STIPAR Ende menghidupi semangat ini dalam praksis pendidikan pastoral. Lembaga ini menjadi ruang dialog yang inklusif bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Pendidikan pastoral yang sinodal membentuk pelayan umat yang mampu mendengarkan secara aktif. Mereka diajak untuk merangkul keberagaman dan membangun komunitas yang penuh kasih. Pendekatan ini memperkuat relasi antar pribadi dan memperdalam spiritualitas pelayanan.

Berita Terkait

Memori Kolektif dan Siklus Konflik dalam ‘Yang Runtuh Lalu Satu’
Milenial Keru-Baki dan Ikhtiar Merawat Persaudaraan
Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma
Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global
Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel
Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur
Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Berita ini 146 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:29 WITA

Memori Kolektif dan Siklus Konflik dalam ‘Yang Runtuh Lalu Satu’

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:25 WITA

Milenial Keru-Baki dan Ikhtiar Merawat Persaudaraan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:17 WITA

Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma

Senin, 27 Juli 2026 - 06:33 WITA

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WITA

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Lape Cup III, Merpati FC Towak Tembus Final

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:36 WITA