Ikhtiar Menjaga Jiwa dan Merawat Semesta (Sebuah Sisipan Refleksi Filosofis-Pastoral Dies Natalis ke-35 Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende) - FloresPos Net - Page 4

Ikhtiar Menjaga Jiwa dan Merawat Semesta (Sebuah Sisipan Refleksi Filosofis-Pastoral Dies Natalis ke-35 Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende)

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 08:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikan pastoral yang integral menumbuhkan kesadaran akan panggilan hidup. Dies Natalis menjadi momentum pembentukan karakter yang menyatu antara spiritualitas, intelektualitas, dan solidaritas sosial.

Merayakan Dies Natalis ke-35 STIPAR Ende merupakan sebuah panggilan spiritual dan historis. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk kembali merenungkan identitas sebagai Atma Reksa, penjaga jiwa yang sekaligus merawat semesta. Dalam nama itu tersimpan tanggung jawab besar: membentuk pelayan umat yang tidak hanya beriman, tetapi juga berbelarasa terhadap dunia yang terluka.

Di tengah krisis ekologis dan fragmentasi sosial yang semakin nyata, STIPAR Ende diharapkan tetap menjadi mercusuar harapan. Sebuah lembaga yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk hati yang mampu mendengarkan jeritan bumi dan manusia. Pendidikan pastoral di sini harus menjadi ruang pembebasan, tempat di mana spiritualitas bertemu dengan keberanian untuk bertindak.

Baca Juga :  Korupsi dalam Pemerintahan Lokal: Mengapa Ini Terus Terjadi?

Momentum Dies Natalis STIPAR Ende bukan hanya perayaan institusional. Ia adalah ruang formasi yang reflektif, dialogis, dan transformatif. Seluruh insan akademik dan masyarakat-umat diajak untuk memperbarui komitmen spiritual dan sosial. Dalam ruang ini, pendidikan pastoral menemukan makna baru sebagai proses pembentukan pribadi yang utuh dan berdaya.

Agen pastoral yang lahir dari STIPAR Ende diharapkan mampu berjalan bersama umat. Mereka dipanggil untuk membangun komunitas yang inklusif dan penuh kasih. Wajah Gereja yang hidup tercermin dalam pelayanan yang merawat jiwa dan kehidupan. Sebab, menjaga jiwa berarti menjaga manusia, budaya, dan alam ciptaan sebagai satu kesatuan yang saling terkait.

Baca Juga :  P o k i r

Ad multos annos, STIPAR Ende! Semoga terus bertumbuh dalam semangat pelayanan yang reflektif dan transformatif. Menjadi ruang pendidikan yang dialogis, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai injili.

Menghidupi spiritualitas yang menyentuh kehidupan nyata. Membentuk pelayan umat yang beriman, berakal, dan berdaya. Menjadi wajah Gereja yang hidup di tengah dunia. Tetap setia merawat manusia, budaya, dan alam ciptaan sebagai satu kesatuan yang suci.*

Penulis adalah Staf Pengajar Stipar Ende

Berita Terkait

Memori Kolektif dan Siklus Konflik dalam ‘Yang Runtuh Lalu Satu’
Milenial Keru-Baki dan Ikhtiar Merawat Persaudaraan
Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma
Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global
Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel
Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur
Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Berita ini 146 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:29 WITA

Memori Kolektif dan Siklus Konflik dalam ‘Yang Runtuh Lalu Satu’

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:25 WITA

Milenial Keru-Baki dan Ikhtiar Merawat Persaudaraan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:17 WITA

Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma

Senin, 27 Juli 2026 - 06:33 WITA

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WITA

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Lape Cup III, Merpati FC Towak Tembus Final

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:36 WITA