Galian C di Podenura lain lagi. Selain untuk Waduk Mbay/Lambo, pasir Podenura dikirim ke Sumba lewat Ende. Kapal tongkang hanya bersandar di Ende. Pasir di Sumba (terutama Sumba Tengah) tidak cocok untuk bangunan rumah, gedung, dan jalan beton. Sementara itu Galian C di Podenura dikelola oleh kerabat Bupati Tjoan.
Mafia Kafe Esek-Esek
Publik sangat kuat menduga bahwa oknum polisi di Nagekeo bekerja serabutan pada dunia hiburan malam karena inilah bisnis paling menjanjikan untuk meraup fulus.
Oknum polisi itu nekad mengelola kafe yang mempekerjakan perempuan malam, yang bisa beroperasi 24 jam. Banyak tindakan kriminal terpampang terbuka di sini. Sudah ada ladies (pelayan bisnis esek-esek) yang meninggal dunia.
Bahkan ada oknum polisi yang meninggal dunia yang kasusnya hingga saat ini terhapus dari ingatan aparat penegak hukum di Nagekeo. Sejak ada pembangunan waduk, kafe ini makin hidup. Para ladies dipepetkan ke para bapak yang menerima uang ganti rugi. Uang ludes. keluarga tambah miskin. Sebagian pemborong juga dipepetkan oleh ladies sesuai setingan.
Salah satu dampak, ada pemborong/kontraktor yang berutang hingga Rp 200 juta kepada ladies. Dan, serunya, ladies berani datang menagih di rumah pemborong.
Fakta ini saja sudah menarasikan bahwa ladies itu tidak mungkin tidak ada bekingan dari orang kuat khususnya dalam institusi penegakan hukum. Ketika datang, si Bapak tidak ada, yang ada hanya isteri dan anak-gadis gadis.
Betapa hancur isteri, anak-anak dan keluarga yang akhirnya tahu bahwa suami dan bapaknya punya simpanan “harta” di kafe milik oknum polisi di Mbay. Apakah ladies seberani itu datang ke rumah pemborong kalau tidak ada orang kuat yang mengatur setingan? Bagaimana institusi agama membaca kenyataan yang menimpa keluarga dan umat ini?
Mafia Penyelundupan BBM dan Hewan
Publik Nagekeo yang peka dan kritis pasti mengenal dan tahu kelakuan buruk oknum polisi yang menjadi figur sentral di balik penyelundupan BBM subsidi ke waduk Lambo selama ini.
Kita duga, oknum polisi ini tidak mungkin bergerak dan bekerja nekat sendirian. Publik menduga bahkan tahu ada oknbum elite kepolisian yang menjadi bekingnya. Masyarakat acap mengalami kelangkaan BBM subsidi. Ternyata ada kaki tangan mafia yang mengatur aliran BBM ke tengah publik.
Rakyat di Nagekeo juga mengendus ada mafia yang bermain sangat kuat dalam penyelundupan hewan. Ini terjadi marak. Pelabuhan Marapokot adalah pintu gerbang pengiriman barang ke Makassar dan Jeneponto, dan sebagainya.










