Nagekeo dalam Cengkeraman Mafia? - FloresPos Net - Page 3

Nagekeo dalam Cengkeraman Mafia?

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025 - 12:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Dengan harapan mendapatkan uang sebesar Rp 21,8 miliar, si tuan tanah palsu datang ke Paroki Rendu menemui pastor paroki. Ia meminjam uang dari paroki dengan janji membayar kembali sebesar Rp 2 miliar.

Menurut kesaksian umat, Pastor Paroki Rendu memberikan pinjaman kepada si tuan tanah palsu entah berapa jumlahnya. Umat menduga, jumlah yang dipinjamkan cukup signifikan. Indikasinya, pembangunan gedung gereja belum jalan, diduga terkait dengan uang yang dipinjamkan kepada si tuan tanah palsu.

Indikasi lain adalah ujud doa dalam Misa yang dipimpin pastor paroki yang jelas menyebutkan nama si tuan tanah palsu. Si tuan tanah palsu itu disebutkan dan didoakan dalam misa.

Tindakan gembala ini sangat melukai hati umat, khususnya pemilik tanah ulayat asli yang hak-haknya atas tanah hendak dicaplok oleh “tuan tanah palsu” yang orang Rendu kenal kelakuan buruknya dan begitu telanjang didukung oleh gembala umat.

Baca Juga :  Paket Yes Daftar di KPU Nagekeo

Saat ini, pastor paroki berada dalam situasi sulit. Di satu pihak, dia diduga sudah memberikan pinjaman kepada tuan tanah palsu dan kini berada dalam pengharapan agar uang itu dikembalikan.

Pastor paroki kemungkinan besar sudah mengetahui bahwa si peminjam adalah orang bermasalah. Di lain pihak, pembangunan gedung gereja tersendat, dan ia berada dalam situasi “tertuduh”.

Ungkapan Latin “pecunia non olet”, artinya “uang tidak berbau”, tapi Gereja harus lebih dekat dengan umat agar bisa mengetahui dengan baik masalah yang terjadi. Kita hanya bisa mengimbau agar para gembala lebih dekat dengan domba-dombanya.

Baca Juga :  Tim  Inspektorat  Audit Pengelolaan Anggaran DD dan ADD Enam Desa di Nagekeo

Itulah bukti nyata keberadaan seorang gembala. Sebuah ajakan profetis bagi gembala umat agar lebih “berbau domba”, ketimbang “berbau tuan tanah palsu” dan kelompok terduga mafia yang diduga memperalat Gereja untuk merampok hak pemilik ulayat asli lalu mau mendermakan hasil rampokan keringat rakyat untuk Gereja.

Ketika gembala umat dekat dengan domba maka bau dombanya akan ia akrabi sehingga ia tidak murah diperdaya terduga mafia yang berstatus “tuan tanah palsu.”

Tuhan bilang, seorang gembala harus mengenal dombanya. Domba yang berbulu lebat mafia juga bisa diselamatkan tapi kalau domba berbau mafia tanah ulayat memberi derma, apakah Gereja sekadar tong sampah tinja mafia?

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 7,338 kali dibaca
"ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Membaca Kisah Candi Audia

Minggu, 28 Jun 2026 - 07:43 WITA

Opini

Menimbang Etika Politik Pilkades

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:16 WITA