Pertama, Prabowo: Tak Gentar Hadapi Koruptor: Mafia Mana pun Tidak Takut! Presiden Prabowo mengucapkan komitmen tegasnya itu pada 13 Maret 2025, dalam sambutan peluncuran mekanisme baru untuk penyaluran tunjangan guru ASN.
Dia mengatakan: “Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor. Mereka harusnya ngerti saya ini siap mati untuk bangsa dan negara ini. Mafia manapun saya tidak takut.”
Kedua, “Prabowo: Saya Tak Akan Mundur Hadapi Mafia dan Koruptor”. Sikap tegas itu Presiden Prabowo ujarkan pada 2 September 2025, di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, setelah mengunjungi warga dan anggota polisi korban aksi ricuh.
Beberapa poinnya adalah bahwa ia menegaskan akan membela rakyat dan tidak ragu menghadapi mafia dan koruptor.
Pemerintah akan proses aparat penegak hukum yang salah prosedur dalam menangani demonstrasi warga. “Saya akan hadapi mafia-mafia yang sekuat apa pun saya hadapi atas nama rakyat. Saya bertekad memberantas korupsi, sekuat apapun mereka, demi Allah saya tidak akan mundur setapak pun, saya yakin rakyat bersama saya.”
Komitmen tegas Presiden Prabowo Subianto itu harusnya membangkitkan keberanian dalam diri segenap elemen dan komponen kritis di Kabupaten Nagekeo yang masih memiliki rasa memiliki (sense of belonging) atas kabupaten yang muda dan segar ini.
Publik Nagekeo pasti melihat, mengalami dan merasakan kuatnya cengkeraman kuku para agen mafia yang dideretkan di atas, mungkin masih banyak yang tidak tercatat, yang diduga menjadikan Nagekeo sebagai arena mencari makan dengan nafsu yang buas dan tak terkendali lagi.
Nagekeo itu milik seluruh rakyat, bukan milik bupati dan wakil bupati yang kebetulan saja mendapatkan suara lebih dari para kandidat yang lain dalam Pilkada, yang pada akhirnya ketahuan sangat lemah sehingga tampak tidak berdaya di hadapan fakta mencengangkan: Nagekeo dicengkeram tangan geng mafia.
Kita menduga, aparat penegak hukum yang sangat berkepentingan bisnis di Waduk Lambo, misalnya, selalu memakai orang-orang lokal yang sangat dikenal kelakuan jahatnya untuk membuat rusuh agar tercipta ruang untuk lapangan kerja pengamanan dari institusi penegak hukum. Nilainya sangat fantastis.
Mungkin saja para terduga mafia itu adalah barisan tim pemenang yang pada momen Pilkada berjalan keluar masuk desa dan kampung untuk menebar ancaman dan menancapkan hasutan jahat ala mafia lokal. Mafia profesional itu kerjanya rapih, terukur dan tidak terlihat kasat mata.










