Nagekeo dalam Cengkeraman Mafia? - FloresPos Net - Page 4

Nagekeo dalam Cengkeraman Mafia?

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025 - 12:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Atau jangan-jangan, ada dugaan kuat kongkalikong antara terduga “tuan tanah palsu” ini dengan gembala untuk membayar pengacara agar bisa meloloskan akal bulus mafia merampok hak-hak pemilik tanah ulayat asli Rendu?

Ketiga, masyarakat khawatir, mafia tanah meluas, tidak hanya terbatas lahan di Waduk Mbay/Lambo. Kekhawatiran itu beralasan: kalau aknum polisi dan oknum BPN bersatu mendukung” tuan tanah palsu”, rakyat bisa apa? Rakyat yang kecil dan tidak punya akses kekuasaan pasti akan bungkam dalam ketakutan.

Apalagi para pengacara umumnya orang polisi. Ketika ke pengadilan, rakyat yang dirugikan memakai jasa pengacara yang sudah dibayar oknum polisi. Uang hasil rampokan mafia dibagi untuk menjaga soliditas dalam pergerakan mafia agar lebih masif lagi. Pada masa awal menerima ganti rugi batch pertama, para pemilik lahan di waduk membeli mobil hingga di atas 70 buah. Kini jumlah mobil tinggal di bawah 15 buah.

Baca Juga :  Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Keempat, pada masa kepemimpinan Don-Marianus, Pemda sulit masuk area waduk Lambo untuk sosialisasi agar warga penerima ganti rugi menerima utuh haknya dan memanfaatkan uang ganti rugi untuk masa depan.

Tapi, Pemda sulit masuk wilayah terdampak untuk bertemu warga karena Polres Nagekeo dibawah kepemipinan AKBP Yudha Pranata membuat kawasan waduk Lambo seperti kawasan perang. Banyak warga yang tidak mendapatkan ganti rugi utuh karena dipalak oknum pengacara yang bekerja sama dengan oknum polisi.

Waduk Lambo ternyata tidak hanya menampung air tapi juga menampung kotoran gerombolan mafia yang diduga melibatkan aparat penegak hukum untuk cari makan sekalian membuang tinja mafianya.

Mafia Galian C

Galian C berjalan sangat masif di Nagekeo sejak ada Waduk Mbay/Lambo. Waduk memang membutuhkan pasir yang bagus untuk bangunan dan itu tidak tersedia di semua lokasi. Pasir yang paling banyak ditambang berasal dari Ndora, Sungai Aesesa, dan di Podenura, Nangaroro.

Baca Juga :  Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Masalah terjadi karena terjadi kerusakan ekologis yang sangat serius. Penggalian tidak diikuti oleh pengawasan, sehingga lingkungan hancur dan menimbulkan bencana longsor seperti yang terjadi di Ndora dan Podenura beberapa tahun lalu.

Masalah serius lain adalah penikmat galian C bukan orang lokal, pemilik lahan dan ulayat, melainkan orang luar. Mengapa demikian? Galian C membutuhkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan IUP diterbitkan di provinsi. Hanya elite bisnis saja yang bisa mendapatkan IUP.

Saat ini terjadi keributan antara pemilik lahan dan pemilik IUP. Pemilik lahan hanya gigit jari karena tidak berdaya di hadapan pemilik IUP yang punya jejaring kuasa ala mafia dan uang untuk membayar. Rakyat kecil punya apa yang bisa diandalkan?

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 7,338 kali dibaca
"ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Membaca Kisah Candi Audia

Minggu, 28 Jun 2026 - 07:43 WITA

Opini

Menimbang Etika Politik Pilkades

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:16 WITA