Masyarakat sudah sadar, tahu dan saksikan secara langsung berbagai peristiwa yang berkaitan dengan pengeboran sumur geothermal seperti di Mataloko, di Poco Leok dan juga di tempat lain, bukan seperti yang dipresentasikan oleh pihak PLN saat Stuba di Kamajong, Jawa Barat, yang lebih banyak menjelaskan dampak positif dari pada dampak negatif.
Masyarkat Atakore mulai sadar dengan melihat pengeboran sumur geothermal yang berakibat fatal untuk lingkungan seperti pencemaran gas beracun, polusi udara, lumpur, kerusakan lingkungan dan sebagainya yang terjadi di Pulau Flores seperti di Mataloko, Poco Leok, atau di Jawa seperti lumpu Lapindo di Jawa Timur.
Mengapa pengeboran sebelumnya yang gagal itu tidak ada reaksi dari masyarakat? Karena masyarakat tidak diberi edukasi yang baik dan benar terkait dampak positif dan negatif dari pengeboran sumur geothermal sehingga mereka tidak melawan atau menolak.
Terlepas dari permintaan warga Atakore kepada PLN untuk menjelaskan secara transparan dampak negatif dan positif dengan melibatkan para ahli dibidang mereka masing-masing, sikap warga Atakore tetap akan menolak kehadiran pemboran Geothermal di Atakore yang lokasinya berdekatan dengan Ina Kar (Dapur Alam).
Watuwawer sendiri sudah dinobatkan menjadi desa pariwisata maka kalau ditanya geothermal atau desa pariwisata, masyarakat akan memilih desa pariwisata. Kepala Desa Atakore pun harusnya berjalan bersama warga, bukan menjadi perpanjangan tangan PLN, Pokja dan antek-anteknya yang bernafsu menghancurkan keutuhan alam di Atakore dan sekitarnya.
Saat ini Forum Pemuda Atakore sedang mendampingi masyarakat, memberi pemahaman tentang dampak positif dan negatif pengeboran sumur geothermal. Saat ini warga Desa Lerek, Lamanuna, dan Atawolo belum mendapat sosialisasi tentang geothermal di Keneping di Waiwejak dan di Ina Kar, Atakore sehingga warga merasa biasa saja.
Padahal warga mulai dari desa Katakeja, Kalisa sampai Lusilame masuk dalam kawasan proyek geothermal. Dampak kehancuran alam dan lingkungan akan menjadi bencana Bersama-sama. Maka saatnya bangkit untuk melawan proyek geothermal di Atadei.
Tolak Geothermal Demi Keutuhan Hidup
Warga Desa Atakore dan kelompok kritis yang berjuang menolak penetrasi PLN melalui proyek geothermal untuk menghancurkan lingkungan di wilayah Atadei, menyampaikan beberapa butir pernyataan sikap.
Pertama, sejak dari awal proses pengeboran geothermal di Desa Atakore tidak dilakukan melalui proses dan mekanisme yang baik dan benar. Pihak PLN melakukan secara sepihak dengan merekayasa dan memanipulasi data tanpa melibatkan masyarakat, dengan tujuan murahan untuk meloloskan proyek geothermal.
UKL/UPL tidak pernah disosialisasikan, juga tidak ada kajian-kajian ilmiah dari sudut pandang geokimia dan geofisika dengan mendatangkan berbagai ahli di bidangnya masing-masing untuk memberikan edukasi yang baik dan benar agar masyarakat dapat menentukan sikap dengan kritis: menerima atau menolak pengeboran sumur geothermal di Desa Atakore-Watuwawer.










