Warga Atakore Tolak Geothermal, Waiwejak Siap Dihancurkan PLN (Catatan untuk PLN dan Ketua Pokja PLTP Atadei) - FloresPos Net - Page 2

Warga Atakore Tolak Geothermal, Waiwejak Siap Dihancurkan PLN (Catatan untuk PLN dan Ketua Pokja PLTP Atadei)

- Jurnalis

Senin, 22 September 2025 - 11:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Mungkin orang ini berpikir bahwa uang senilai triliunan pun bisa mengembalikan keberadaan tanah, pohon, mata air, sumber air panas, burung-burung, dan aneka satwa lain. Mungkin dia berpikir bahwa mata air panas Waikrata masih bisa didaur ulang lagi dengan uang yang dibayar PLN itu.

Alam yang sedang tidur jangan coba-coba dibangunkan hanya karena mata “terbelalak” pada lembaran fulus.

Kasus Mataloko, Ngada dan Mutubsa, Ende telah membuktikan bahwa alam yang “dibangunkan” oleh ketamakan akan menelan kehidupan tanpa ampun.
Orang Waiwejak, Desa Nubahaeraka saat ini sangat tertutup terhadap “suara berbeda” karena kesadaran mereka telah direcoki, dalam bahasa militer “dicuci otaknya” oleh kelompok pro geothermal tanpa ada ruang diskursus terbuka terkait dampak negatif.

Para pemilik tanah merasa begitu sangat berhak menjual tanahnya untuk dihancurkan proyek geothermal. Tanah yang suci, sakral dan sumber hidup kehilangan kesuciannya di hadapan tawaran uang dan janji manis ketua Pokja, PLN dan antek-anteknya.

Baca Juga :  Pastor Paroki Kombandaru Bersama Umat dan OMK Deklarasi Tolak Proyek Geothermal di Lokasi Panas Bumi

Pertanyaan sederhana: ketika ada gas beracun yang akan muncrat dari sumber mata air panas, apakah zat beracun itu hanya mencari orang-orang yang telah menjual tanahnya kepada PLN dan pengurus Pokja?

Bukankah seluruh warga, terutama yang menolak geothermal dan bukan pemilik tanah akan mati keracunan? Maka seluruh rakyat, termasuk bukan pemilik tanah harus bangkit dari sikap bungkam dan diam untuk meminta pertanggungjawaban kehidupan.

Apakah kampung Waiwejak akan ditinggalkan hanya karena beberapa warga menjual tanahnya kepada PLN? Bahkan kampung-kampung sekitar Waiwejak akan mengalami dampak sangat buruk: kehancuran alam, air tercemar, mata air panas bisa muncul di dalam rumah, ruang hidup satwa hilang dan krisis kemanusiaan lain.

Diskursus tentang geothermal mesti bersifat terbuka. Pendapat yang disampaikan mesti seimbang antara pro dan kontra, antara positif dan negatif. Itu hanya mungkin kalau pembicaranya adalah orang independen.

Baca Juga :  Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)

Kalau Ketua Pokja yang omong, rem bolong lari ke pemerintah dan PLN. Kalau ada guru ASN yang sudah serahkan tanah dengan harga “murah meriah” dan Ketua Pokja “orang kita”, rakyat Waiwejak, Desa Nubahaeraka mesti ikut saja seperti kerbau dicocok hidung karena nanti mereka kehilangan jabatan. Mengapa? Karena tiap hari mereka beri makan warga dari gajinya.

Sosialisasi geothermal hanya omong tentang yang baik-baik, energi terbarukan, kepentingan lebih besar dan panjang, tanpa pernah singgung tentang dampak negatif: perusakan alam, pelubangan tanah, penghancuran kehidupan, gas beracun, hilangnya sumber mata air (panas), kematian pohon-pohon, hilangnya ruang hidup segenap makluk lain, retaknya relasi sosial, kekerabatan dan kekeluargaan dan masih banyak lainnya.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 1,015 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "ORING" setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA