Rakyat Lembata minta bupati dan wakil bupati merawat hidup, menjaga lingkungan dan tidak menjual Lembata ini ke tangan para kapitalis berwajah aparatus negara yang memiliki daya perusak permanen.
PLN Membohongi Warga
Rencana proyek Perusahaan Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di lokasi Ina Kar, dekat dapur alam kampung Watuwawer, Desa Atakore, Kecamatan Atadei Kabupaten Lembata menuai pro dan kontra antara pihak PLN dan warga masyarakat Desa Atakore.
Warga melawan upaya dari pihak PT PLN yang ingin mengebor kembali sumur geothermal di Desa Atakore yang telah gagal dua kali. Pengeboran sumur geothermal di Keneping, Waiwejak, Desa Nubahaeraka dan Atakore, Watuwawer sudah pernah dilaksanakan tapi gagal.
Alam sudah dilukai. PLN tidak mau berhenti dan berusaha untuk melanjutkan lagi pengeboran sumur geothermal di dua titik yakni di Keneping Desa Nubahaeraka dan Atakore-Watuwawer lokasi Ina Kar dekat (Dapur Alam).
Untuk meyakinkan warga setempat, pihak PT PLN melakukan studi banding di PTLP Kamojang, Jawa Barat pada 16-20 Juli 2024. Stuba ini juga melibatkan anggota DPRD Lembata, utusan dari Kecamatan Atadei dan juga dari Desa Atakore dan Nubahaeraka, Waiwejak termasuk Kepala Desa Atakore.
Berdasarkan stuba ini, pihak PLTP dan Pemerintah Kabupaten Lembata mulai melakukan sosialisasi dengan mengadakan seminar di Desa Atakoree, 9 Agustus 2024.
Tema seminar itu bunyinya bagus: Jaga Alam, Jaga Budaya. Tapi substansinya sangat buruk. Kiblatnya: merusak alam dan menghancurkan tanah. Seminar ini juga dalam rangka sosialisasi pembangunan PLTP Atadei 10 MW untuk pelaksanaan pengadaan tanah di Atadei khususnya di Desa Atakore. Lokasi pengeboran sumur wallpad AT-2 berdekatan dengan “dapur alam” dengan jarak kurang lebih 200 meter.
Warga Atakore menempatkan lokasi ini keramat karena berkaitan dengan berbagai ritus yang dibuat setiap tahun yang melibatkan dua suku yakni Suku Wawin di Watuwawer dan Suku Puhun di Lewokoba. Tanda syukur dan terima kasih kepada Ina Kar. Ritus-ritus yang dianggap keramat dan sakral itu dilakukan melewati lokasi pengeboran geothermal pada sebidang tanah yang sudah dibeli oleh pihak PLN.
Selain ritus-ritus budaya, di sekeliling wilayah Ina Kar (Dapur Alam) terdapat tanah ulayat masyarakat dengan berbagai hasil bumi seperti kelapa, kemiri, kakao dan hasil bumi lain yang menjadi sumber penghasilan hidup warga setiap tahun.
Seminar ini tidak berbicara sampai ke akar-akarnya soal dampak positif dan negatif dari pembangunan PLTP. Maka diagendakan untuk pertemuan berikutnya dengan penekanan pada sosialisasi soal UKL/UPL.










