Teruslah Bersuara! - FloresPos Net - Page 3

Teruslah Bersuara!

- Jurnalis

Senin, 8 September 2025 - 09:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Alasan kesibukan, maka posisi Pater Conterius digantikan oleh Pater Markus Malar SVD pada 1 Juni 1954. Setahun berikutnya, Pater Nic Lalong Bakok, seorang pastor asal Belanda yang nama aslinya Nick Van Der Molen mengambilalih pengelolaan koran ini.

Setelah itu, Bentara dipimpin orang luar gereja yakni A. F. Ladapase dan Frans Tan dari Yayasan Syurakarma, lembaga yang antara lain membangun sekolah Katolik terkenal di Ende: SMUK Syuradikara. Majalah ini gulung tikar tahun 1959 karena terbelit masalah keuangan.

Selain Bentara, pada tahun yang sama juga terbit Anak Bentara, sebuah majalah anak-anak yang dipimpin oleh Pater G. Kramer SVD bersama siswa-siswa Seminari Mataloko, Flores.

Baca Juga :  Satu Pekan Terakhir Harga Beras di Pasar Ende Capai Rp 16 Ribu Per Kg

Tirasnya pernah mencapai angka 35.000 eksemplar. Ukurannya 21 x 14,8 cm dengan tebal 16 halaman dan dihiasi dengan gambar-gambar. Majalah anak-anak ini akhirnya tutup tahun 1961.

Penyebabnya sama dengan penyebab matinya Bintang Timur dan Bentara, yaitu piutang (uang yang tidak tertagih di tangan pelanggan). Pelanggan suka membaca tapi enggan membayar.

Sejak saat itu, kerasulan di bidang media vakum selama 15 tahun. Tahun 1970-an SVD mulai memikirkan lagi kemungkinan menerbitkan majalah.

Pada 24 Oktober 1974, SVD menerbitkan dua majalah sekaligus. Untuk pembaca dewasa, terbit dua mingguan Dian, sedangkan untuk pembaca anak-anak dan remaja terbit majalah Kunang-Kunang. Dian berukuran 30 x 22 cm, tebal 16 halaman, bergambar. Dian berarti penerang atau lampu kecil dengan bahan bakar minyak.

Baca Juga :  Penunjukan 21 Kardinal oleh Paus Fransiskus, Apakah Gereja dan Masyarakat Membutuhkan Banyak Kardinal?

Kata “Dian” mengungkapkan konotasi pada tujuan yang terkandung dalam kata itu yaitu menerangi, mencerahkan, mencahayai.

Pada era 1970 itu boleh dikata Dian mampu memenuhi kebutuhan pembaca di NTT, bukan hanya di Flores. Memasuki era 1980, edisi dua mingguan ini dinilai tidak memadai lagi.

Maka sejak 1987 Dian berubah dari majalah dua mingguan menjadi surat kabar mingguan. Formatnya pun diubah, dari format majalah menjadi tabloid. Surat Kabar Mingguan Dian beredar luas di NTT hingga era 1990.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 182 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "ORING" setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Pengukuhan Forum Anak Daerah Kabupaten Ngada periode 2026–2027, Rabu (22/4/2026).

Nusa Bunga

Forum Anak Daerah Dukung Ngada Menjadi Kabupaten Layak Anak

Rabu, 22 Apr 2026 - 14:13 WITA

Nusa Bunga

Polres Ende Gelar Latihan Sistem Pengamanan Mako

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:30 WITA