Buku itu bertindihan dan berimpitan dengan ribuan buku tertumpuk di Oring Literasi Lembata yang sedang memulai langkah perdana.
“Entah dari permulaan ini akan terjadi sesuatu, hanya Allah yang mengetahuinya. Kamu berharap semoga dari awal yang sederhana ini bertumbuh sesuatu yang baik. Kami tidak bersedih karena permulaan pohon yang raksasa pun pada awalnya hanya sebuah benih yang kecil dan raksasa pun pada awalnya seorang bayi yang lemah dan merintih.
Yang kami tahu ialah bahwa dengan kekuatan yang kami miliki hingga kini, kami tidak dapat menunaikan tugas kami namun kami berharap, kiranya Allah yang Mahabaik akan memberi kepada kami segala sesuatu yang diperlukan. Jikalau dari rumah ini akan terjadi sesuatu, maka kami akan berterima kasih untuk rahmat Allah ini dan jikalau tidak terjadi apa-apa, maka dengan rendah hati kami mau menepuk dada dan mengakui bahwa kami tidak layak bagi rahmat ini” (Josef Alt SVD, Arnold Janssen Hidup dan Karyanya, Roma 1999. Hlm 119).
Ziarah penuh pengharapan di tengah dunia selama rentang waktu 150 tahun merupakan bukti tak terbantahkan atas kasih Tuhan yang menakjubkan.
Bagi orang Flores, Lembata, Timor dan Nusa Tenggara Timur, nama besar SVD itu identik dengan Percetakan Arnoldus, Penerbit Nusa Indah, Toko Buku Nusa Indah, beberapa majalah Surat Kabar Mingguan (SKM) DIAN, Surat Kabar Harian Umum Flores Pos, bengkel besi, bengkel kayu.
Serikat Sabda Allah dikenal dengan kekhasan spiritualitas komunikasi melalui media-media dan buku. Tentu ada banyak alasan bahwa kini semua aset itu tinggal kenangan. Mungkin lebih benderang kita sebut barang-barang yang sudah almarhum itu sekadar mengingatkan kesadaran kita. Tidak bermaksud untuk menyinggung atau menyenggol perasaan.
Majalah Bintang Timoer terbit pertama kali di Ende, Flores, NTT pada 1925. Majalah ini memberitakan pokok-pokok keagamaan, masalah-masalah pertanian, pendidikan, keluarga, berita-berita daerah dan internasional.
Majalah ini dicetak di Percetakan Kanisius Yogyakarta. Pater B. Fries SVD memimpin majalah ini selama lima tahun lalu diserahkan kepada Pater Frans Cornelissen SVD. Ukuran 19 X 26,5 cm, tebal 16 halaman. Pada 1962 Percetakan Arnoldus milik SVD berdiri di Ende tapi Bintang Timoer baru dicetak di Arnoldus pada tahun 1928.
Dwimingguan Bentara terbit 1 Juni 1948 dipimpin Pater Adrianus Conterius SVD, yang pernah menjadi anggota parlemen Negara Indonesia Timur (NIT) yang kemudian menjadi Kepala Dewan Pemerintahan Daerah.
Tirasnya mencapai 3.300 eksemplar dengan ukuran 25 x 32 cm, tebal 18 halaman, bergambar, tanpa kulit. Menggunakan Bahasa Indonesia. Karena dipimpin seorang politikus, Bentara kerap mengulas soal-soal politik.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










