Serikat Sabda Allah kemudian mendirikan HU Flores Pos pada 9 September 1999. Format tabloid dan terbit enam kali dalam sepekan. Moto: dari nusa bunga untuk nusantara.
Koran ini selama belasan tahun menjadi alat perjuangan rakyat Flores menghadapi gempuran kekuatan dahsyat berdaya rusak luar biasa yaitu tambang dan kasus-kasus korupsi.
Penolakan Korem Flores di Maumere dan penolakan tambang di Flores dan Lembata menjadi tonggak perlawanan yang terekam dalam sejarah. Tapi seperti media-media sebelumnya, Flores Pos akhirnya ditutup oleh pimpinan SVD periode itu. Nama-nama mereka akan abadi dalam sejarah peradaban.
Mungkin suatu waktu, entah kapan, ada orang yang memiliki uang lebih lalu mengabadikan semua “barang” yang telah menjadi arwah itu dalam sebuah monumen dan dipahatkan kata-kata ini pada prasastinya: Di sini pernah hidup Bintang Timoer, Bentara, Anak Bentara, DIAN dan Flores Pos.
Mungkin itu pemaknaan dari kata-kata Arnold Janssen dalam kotbah awal berdirinya SVD: …Jikalau tidak terjadi apa-apa, maka dengan rendah hati kami mau menepuk dada dan mengakui bahwa kami tidak layak bagi rahmat ini.”
Hari ini, momen 150 tahun berdirinya SVD menjadi saat pesta, makan, minum dan bersenang-senang sesaat. Tidak salah, sepanjang kita masih punya dana untuk membiayai senang-senang itu.
Arnold Janssen dan generasi awal SVD juga berekreasi sekadar melepas penat. Tapi setelah itu kita kembali medan laga karya misi dan ruang pengabdian kemanusiaan. Kekhasan kita adalah bersuara, berkomunikasi dengan partner misi: umat sederhana dan alam lingkungan yang kini terancam keutuhan dan keberlanjutannya.
Di Lembata, umat di Atadei, khususnya Watuwawer dan Waiwejak mengalami ancaman kehancuran lingkungan. Adakah suara yang datang dari anggota SVD yang tinggal dan bekerja di tanah Lembata? Apakah ada waktu, barang sejenak bagi anggota SVD yang berkaya di tanah Lembata untuk turun ke tengah umat dan mendengarkan jerit kegelisahan hati mereka?
Memang, Arnold Janssen bilang yang pertama adalah doa. Tapi pernahkah kita tahu atau mendengarkan suara peringatan bahwa yang kita hadapi adalah monster kejahatan yang luar biasa?
Monster ini juga mungkin saja rajin doa (seperti kita?), mungkin juga donatur (bagi kita?) atau bisa jadi “sahabat” para kaisar: mau nyaman dalam kekuasaan, tidak mau berkonflik atas nama kebenaran, tetap jaga relasi baik.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










