BAJAWA, FLORESPOS.net– Bupati Ngada,Raymundus Bena mengukuhkan Forum Anak Daerah Kabupaten Ngada periode 2026–2027, Rabu (22/4/2026).
Bupati Raymundus Bena mengatakan, Pengukuhan Forum Anak Daerah ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran anak sebagai subjek pembangunan, sekaligus mempercepat terwujudnya Kabupaten Ngada sebagai Kabupaten Layak Anak.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendorong partisipasi aktif anak dalam pembangunan daerah menuju Kabupaten Layak Anak.
Bupati Raymundus Bena didampingi Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Johanes Ghae, Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Ngada, Blandina Mamo Bena, Perwakilan Wahana Visi Indonesia (WVI) area program Ngada–Nagekeo, serta para Kepala Sekolah, Guru, Pendamping Anak.
Bupati Raymundus menegaskan bahwa anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan kehidupan bangsa dan daerah. Menurutnya, anak-anak adalah generasi penerus yang akan menentukan arah dan masa depan Kabupaten Ngada.
“Pemerintah Kabupaten Ngada terus berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak yang tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar hadir dalam kebijakan, program, dan kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya
Ia juga menekankan pentingnya peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor. Sebagai pelopor, anak-anak diharapkan berani menyuarakan kondisi di lingkungan sekitarnya, khususnya terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Melalui forum tersebut, anak-anak didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, serta kepekaan sosial. Bupati juga mengajak seluruh anggota forum untuk memanfaatkan wadah ini tidak sekadar sebagai tempat berkumpul, tetapi sebagai sarana untuk berkontribusi nyata di lingkungan sekolah, masyarakat, dan daerah.
“Jangan takut untuk menyampaikan pendapat dan jangan ragu untuk terlibat. Namun, kebebasan itu harus disertai tanggung jawab, etika, dan semangat kebersamaan,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak, baik orang tua, guru, pemerintah, maupun mitra pembangunan, untuk terus mendukung dan mendampingi anak-anak. Ia menegaskan bahwa menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan inklusif merupakan tanggung jawab bersama. *
Penulis : Wim de Rozari
Editor : Anton Harus










