Petisi dari Laja - FloresPos Net

Petisi dari Laja

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 11:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

PEMECATAN tidak hormat terhadap Kompol Cosmas Kaju Gae, seorang perwira Brimob asal Ngada, Flores, telah memicu gelombang solidaritas publik yang luar biasa. Lebih dari 34.000 tanda tangan terkumpul dalam petisi yang menolak keputusan tersebut.

Informasi ini dapat kita cermati di laman Change.org yang diinisiasi oleh Mercy Jasinta yang ditujukan kepada Kapolri, Komisi Kode Etik dan Profesi (KKEP) Polri, serta Pimpinan DPR RI, sebagai bentuk solidaritas dan pembelaan terhadap Cosmas yang dinilai telah mengabdi dengan keberanian dan tanggung jawab.

Dalam narasi petisinya, Mercy menyebut Cosmas sebagai “pahlawan yang mengharumkan nama daerah dan keluarga besar,” serta menyoroti peran pentingnya dalam demonstrasi besar di Jakarta, di mana ia berada di garda terdepan menyelamatkan banyak orang, termasuk pejabat negara.

Ia mengakui bahwa insiden yang menewaskan pengemudi ojek online memang tragis. Namun, ia menilai bahwa sanksi pemecatan terlalu berat dan tidak sebanding dengan pengabdian panjang Cosmas.

Baca Juga :  Kritik Itu Vitaminnya Demokrasi

Dari perspektif sosiologi, fenomena ini bukan sekadar respons terhadap tindakan institusional, melainkan ekspresi kolektif dari identitas komunal, rasa keadilan yang terlukai, dan harapan akan rekonstruksi relasi antara negara dan warga.

Dalam masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan asal-usul, seperti di Flores, figur seperti Cosmas bukan hanya aparat negara, tetapi juga simbol keberhasilan sosial dan representasi lokal dalam struktur kekuasaan nasional.

Ketika ia dijatuhi sanksi PTDH karena insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online, masyarakat tidak hanya melihatnya sebagai pelanggaran hukum, tetapi juga sebagai ancaman terhadap martabat kolektif mereka. Petisi yang digagas oleh Mercy Jasinta menjadi artikulasi dari rasa kehilangan dan ketidakadilan yang dirasakan oleh komunitas Ngada.

Baca Juga :  Menyadarkan Masyarakat akan Money Politik dengan Menghayati Terang Gaudium et Spes

Solidaritas sosial muncul ketika individu merasa terhubung oleh nilai, pengalaman, atau tujuan bersama. Dalam kasus ini, solidaritas terhadap Cosmas bukanlah pembelaan buta, melainkan refleksi atas ketimpangan dalam perlakuan institusional terhadap figur publik yang berasal dari daerah.

Masyarakat Flores pada khususnya, yang kadang disinyalir berada di pinggiran narasi nasional, melihat dalam diri Cosmas harapan akan keterwakilan dan pengakuan. Ketika harapan itu diruntuhkan secara sepihak, reaksi sosial pun muncul sebagai bentuk perlawanan simbolik.

Petisi rakyat juga menunjukkan bagaimana ruang digital menjadi arena baru bagi demokratisasi suara. Platform seperti Change.org memungkinkan masyarakat kecil dari Laja, Ngada, untuk menyuarakan aspirasi mereka kepada Kapolri dan DPR RI. Ini adalah bentuk partisipasi politik yang melampaui prosedur formal, mengandalkan emosi kolektif dan narasi lokal sebagai kekuatan advokasi.

Berita Terkait

Jangan Persulit Administrasi Calon Pekerja Migran di Tingkat Desa dan Kelurahan
Stadion Marilonga Ende dan Standar Venue Sepak Bola Putri: Saatnya Infrastruktur Olahraga Daerah Naik Kelas
Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik
Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran
Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan
Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Sumpah yang Dimudahkan
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Berita ini 262 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:45 WITA

Jangan Persulit Administrasi Calon Pekerja Migran di Tingkat Desa dan Kelurahan

Senin, 2 November 2026 - 19:33 WITA

Stadion Marilonga Ende dan Standar Venue Sepak Bola Putri: Saatnya Infrastruktur Olahraga Daerah Naik Kelas

Senin, 2 November 2026 - 13:09 WITA

Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik

Senin, 2 November 2026 - 09:21 WITA

Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:26 WITA

Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan

Berita Terbaru