Petisi dari Laja - FloresPos Net - Page 2

Petisi dari Laja

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 11:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam konteks ini, sosiologi melihat petisi bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai ritual sosial yang memperkuat kohesi dan memperluas ruang publik.

Namun, solidaritas sosial juga perlu diimbangi dengan refleksi kritis. Kompol Cosmas sendiri telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa insiden tersebut bukanlah tindakan yang disengaja.

Di sinilah pentingnya pendekatan restoratif dalam penegakan hukum yang tidak hanya menghukum, tetapi juga memulihkan relasi sosial yang rusak. Bahwasanya, keadilan tidak hanya soal sanksi, tetapi juga soal rekonsiliasi dan pemulihan martabat.

Baca Juga :  Perencanaan Strategis dan ‘Proses Menjadi’ (Sisip Gagas untuk Artikel Vinsensius Crispinus Lemba)

Kasus Kompol Cosmas Kaju Gae dan petisi rakyat untuknya mengingatkan kita bahwa di balik setiap keputusan institusional, ada jaringan makna sosial yang kompleks. Ketika negara bertindak, masyarakat merespons bukan hanya dengan logika, tetapi dengan hati dan sejarah.

Baca Juga :  Arnoldus Janssen: ‘Si Kepala Batu’ yang Jadi Santo

Dan, dalam ruang antara hukum dan harapan itulah, kepada bangsa dan juga kepada diri kita diletakkan tugas mulia: menjembatani struktur dengan suara rakyat, agar keadilan tidak hanya ditegakkan, tetapi juga dirasakan.*

Penulis adalah Staf Pengajar Stipar Ende

Berita Terkait

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel
Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur
Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban
Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores
Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum
Membangun Bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati Berbasis Masyarakat Lokal
Berita ini 254 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WITA

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:18 WITA

Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:41 WITA

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:49 WITA

Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:38 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA