Petisi dari Laja - FloresPos Net - Page 2

Petisi dari Laja

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 11:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam konteks ini, sosiologi melihat petisi bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai ritual sosial yang memperkuat kohesi dan memperluas ruang publik.

Namun, solidaritas sosial juga perlu diimbangi dengan refleksi kritis. Kompol Cosmas sendiri telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa insiden tersebut bukanlah tindakan yang disengaja.

Di sinilah pentingnya pendekatan restoratif dalam penegakan hukum yang tidak hanya menghukum, tetapi juga memulihkan relasi sosial yang rusak. Bahwasanya, keadilan tidak hanya soal sanksi, tetapi juga soal rekonsiliasi dan pemulihan martabat.

Baca Juga :  Penangkapan Presiden Venezuela Hanya dalam 5 Jam dan Ancaman bagi Indonesia yang Kaya SDA

Kasus Kompol Cosmas Kaju Gae dan petisi rakyat untuknya mengingatkan kita bahwa di balik setiap keputusan institusional, ada jaringan makna sosial yang kompleks. Ketika negara bertindak, masyarakat merespons bukan hanya dengan logika, tetapi dengan hati dan sejarah.

Baca Juga :  World Rabies Day, Vaksin Rabies: Temuan Luar Biasa yang Disia-siakan

Dan, dalam ruang antara hukum dan harapan itulah, kepada bangsa dan juga kepada diri kita diletakkan tugas mulia: menjembatani struktur dengan suara rakyat, agar keadilan tidak hanya ditegakkan, tetapi juga dirasakan.*

Penulis adalah Staf Pengajar Stipar Ende

Berita Terkait

Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata
Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan
Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)
Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain
Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Berita ini 255 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:19 WITA

Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 13:14 WITA

Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan

Kamis, 17 September 2026 - 11:28 WITA

Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

Selasa, 15 September 2026 - 12:44 WITA

Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Merajut Asa di Atas Puing

Sabtu, 19 Sep 2026 - 11:05 WITA